Saham Garuda Terbang 5% Lebih, Mau di Take Over Yusuf Mansur?

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
09 November 2020 14:31
Garuda Indonesia Luncurkan Livery Pesawat

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melesat 6% lebih pada perdagangan sesi II, Senin (9/11/2020). Investor tampaknya merespons seputar kabar terkait Garuda belakangan ini.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) harga saham Garuda hingga 14.15 WIB naik 5,79% ke level Rp 256/unit. Volume transaksi saham mencapai 153,64 juta senilai Rp 40,03 miliar.

Akhir pekan lalu, ustadz Yusuf Mansur menanggapi kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang merugi hingga Rp 15,32 triliun sepanjang kuartal III-2020.


Mengutip keterangan foto dalam laman media sosial Instagram resminya, Yusuf Mansur mengomentari salah satu unggahan portal media yang menyajikan berita mengenai performa keuangan Garuda Indonesia pada kuartal III-2020.

Mulanya, Yusuf Mansur bercerita bagaimana dasar ekonomi Indonesia yang mengandalkan perekonomian rakyat. Kinerja keuangan Garuda seharusnya tidak membuat masyarakat pusing lantaran bisa ditanggulangi melalui ekonomi koperasi.

"Ga usah pusing nih Garuda contohnya.Biar disuntik permodalan oleh rakyat secara direct, secara langsung. Lewat koperasi. Rakyat berduyun-duyun, berbondong-bondong, menjadi pemegang saham baru," kata Yusuf Mansur, Sabtu (7/11/2020).

Yusuf Mansur bahkan menyebut bisa saja ia menghadap direksi maupun komisaris Garuda atau Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menangani kerugian dengan cara menyuntik modal melalui saham.

"Berapa sih yang dibutuhkan Garuda? Hehehe. Belagu ya? Engga belagu. Simpel banget. Asli. Cuma 15T, kan? Kecil banget ini. Ntar saya ngadep di direksi dan komisaris Garuda dah. Ke Menterinya juga," katanya.

"Beda kalau udah ada suntikan dana mah. Lebih adem nanti. Dan yang doain jadi banyak banget. Walo harusnya yang plat2 merah ya otomatis sebenarnya jadi milik rakyat. Tapi ini beda. Ini soal megang saham lsg," jelasnya.

Yusuf menilai, kerugian yang dialami Garuda sangat kecil apabila bisa ditangani dengan 10 juta orang karena masing-masing hanya membutuhkan modal Rp 1,5 juta.

Meski begitu, perusahaan tetap harus melakukan perbaikan.

"Tar kita take over semua utang BUMN, hehehe. Bismillah. Di BRIS biar gimana udah berhasil. Ga bisa dan ga boleh ada yang ngetawain Yusuf Mansur dan kita semua. Hehehe. Sombong ya? Bukan. Ini pamer, hahaha," katanya.

Penumpang Naik

Akhir pekan lalu, manajemen Garuda Indonesia juga melaporkan pertumbuhan penumpang dalam periode kuartal III-2020, meskipun di tengah masa pandemi.

Tren pertumbuhan tersebut salah satunya terlihat dari adanya peningkatan penumpang Garuda Indonesia yang berhasil tumbuh sebesar 17,9% di September 2020 dibandingkan dengan capaian jumlah penumpang pada Agustus 2020.

"Tentunya menjadi optimisme tersendiri bagi kami dalam upaya pemulihan kinerja fundamental di masa Pandemi. Konsistensi tersebut menandakan minat dan confident masyarakat untuk terbang sudah mulai pulih," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan resmi, Sabtu (7/11/2020).

Selain mencatatkan pertumbuhan penumpang, Garuda Indonesia pada September 2020 lalu juga turut mencatatkan pertumbuhan angkutan kargo sebesar 40,11% dibandingkan dengan jumlah angkutan kargo pada Agustus 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading