Berkah Saham BRIS, Next Yusuf Mansur Siap Borong Saham Apa?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
09 November 2020 08:21
Foto: detik.com/ Tripa Ramadhan

Jakarta, CNBC Indonesia - Ustadz Yusuf Mansur mengatakan akan mengincar sejumlah sektor prospektif di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sebelumnya melepas sebagian kepemilikan saham di emiten perbankan syariah PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS).

Aksi jual sebagian saham BRIS oleh ustaz YM, panggilan akrabnya, dilakukan setelah saham anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) itu mencatatkan penguatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

"Sudah saya cashout [lepas] kemarenan," kata ustaz YM, panggilan akrabnya, kepada CNBC Indonesia, Sabtu sore (7/11/2020).


"Itu [BRIS] milik umat, umat berhak, lebih berhak malah [membeli sahamnya] sebagai penyandang nama bank syariah," kata YM.

Rencananya, YM akan mengincar saham-saham prospektif termasuk BUMN dan sektor konstruksi.

"Ke depan ngincer [saham] Garuda, semua jalan tol, dan proyek-proyek strategis nasional lainnya, belajar, bismillah walhamdulillah," katanya.

Dia mengatakan, dengan penurunan harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang belum mencapai level harga IPO Rp 750/saham, maka inilah momen yang tepat untuk masuk. Saham Garuda pada Jumat lalu stagnan di level Rp 242/saham.

"Justru harus beli sekarang... dan doain. supaya yang salah [kasus yang melibatkan Garuda soal Bombardier], dibenerin. Diampuni, diperbaikin, entar kita dapat benefits juga dari saham saat naek dan benefits dari doa saat dapat berita atau isu jelek. Kan belum tentu bener juga, semua berita, iya, kan?"

"Rumus saham sederhana... miliki hati yang tulus, bantu perusahaan yang mau dimasuki. ini dulu. kemudian, masuk saat harga jatuh, murah. Bukan dengan tujuan utama dapat cuan. Tapi nolong saat lagi pada jatuh. Beda tuh value-nya..."

"Kemudian bersabar... jangan nanya mulu, hahaha. jangan liatin naik turunnya saham. Tar stress. biar aja Allah yang ngasih tahu dan mbimbing dengan niatnya itu."

Sebelumnya ustaz YM juga turut buka suara menanggapi kinerja Garuda yang membukukan kerugian hingga Rp 15,32 triliun pada kuartal ketiga tahun ini.

"Ga usah pusing nih Garuda contohnya. Biar disuntik permodalan oleh rakyat secara direct, secara langsung. Lewat koperasi. Rakyat berduyun-duyun, berbondong-bondong, menjadi pemegang saham baru," kata Yusuf Mansur, di akun Instagramnya, Sabtu (7/11/2020).

Yusuf Mansur lantas mencontohkan seperti ia membeli saham emiten perbankan syariah BRIS. Siapa sangka, harganya kini merangkak naik seiring dengan isu merger.

"Masyarakat lewat koperasi, membeli saham BRIS. Berkah kali, masyarakat yang ikutan saham, untung banget di BRIS. Alhamdulillah," katanya.

"Ini kalau disamain, Garuda ga akan puyeng juga. Termasuk soal utang yang berbunga. Sebab rakyat udah akan cukup bangga dengan keadaan asli, bahwa rakyat bisa memiliki Garuda secara korporasi," katanya.

Yusuf Mansur bahkan menyebut bisa saja ia menghadap direksi maupun komisaris Garuda atau Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menangani kerugian dengan cara menyuntik modal melalui saham.

"Berapa sih yang dibutuhkan Garuda? Hehehe. Belagu ya? Engga belagu. Simpel banget. Asli. Cuma 15 triliun, kan? Kecil banget ini. Ntar saya ngadep di direksi dan komisaris Garuda dah. Ke Menterinya juga," katanya.

"Beda kalau udah ada suntikan dana mah. Lebih adem nanti. Dan yang doain jadi banyak banget. Walo harusnya yang plat2 merah ya otomatis sebenarnya jadi milik rakyat. Tapi ini beda. Ini soal megang saham lsg," jelasnya.

Yusuf Mansur menilai, kerugian yang dialami Gauda sangat kecil apabila bisa ditangani dengan 10 juta orang karena masing-masing hanya membutuhkan modal Rp 1,5 juta. Meski begitu, perusahaan tetap harus melakukan perbaikan.

"Entar kita take over semua utang BUMN, hehehe. Bismillah. Di BRIS biar gimana udah berhasil. Ga bisa dan ga boleh ada yang ngetawain Yusuf Mansur dan kita semua. Hehehe. Sombong ya? Bukan. Ini pamer, hahaha," katanya.

Soal penjualan saham BRIS, YM enggan membeberkan keuntungan secara nilai. Namun dia menegaskan tak menjual seluruh kepemilikan di saham BRIS, masih ada sebagian yang masih disimpan untuk jangka panjang.

"Ga dong [tak dijual semua], masa diabisin. Pokoknya 3 kali lipet [keuntungan]," selorohnya dengan nada bercanda.

Yusuf Mansur memang menegaskan bahwa horizon investasinya adalah investasi jangka panjang demi pengembangan perbankan syariah. Selain itu investasi di saham syariah pun (apa pun emiten syariahnya), diharapkan bisa diikuti oleh masyarakat agar bisa melek investasi.

Komitmen itu disampaikan kendati saham BRIS saat ini mulai mengalami tren turun di tengah sentimen positif merger bank syariah BUMN.

Dalam skema merger, BRIS akan menjadi bank survivor dan menerima penggabungan dua bank syariah BUMN lainnya yakni PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNI). Merger tiga bank syariah pelat merah ini akan efektif pada 1 Februari 2021.

"Harus ada kemauan untuk membersamai industri syariah dan ekonomi umat, yang bukan bicara cash in cash out, bukan chip in chip out, memuaskan diri menjadi pemegang saham dan dapat bagi hasil dari Allah, di dan dari setiap kegiatan dan aktivitas perbankan syariah, entar keberkahan dunia, ngikut," katanya, dalam pesan WhatsApp, beberapa pekan sebelumnya, Jumat (23/10/2020).

Yusuf Mansur adalah salah satu dari sekian banyak pemegang saham BRISyariah dari investor ritel di bawah 5% sehingga tidak tercatat dalam laporan keuangan BRIS.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan Jumat lalu (6/11), harga saham BRIS memang ditutup minus 2,77% di level Rp 1.230/saham, dengan nilai transaksi harian Rp 217,23 miliar dan volume perdagangan 172,57 juta saham.

Meski minus, tapi secara pekanan, saham BRIS hanya terkoreksi tipis 0,40%. Namun dalam 1 bulan terakhir dan 6 bulan secara akumulatif. Dalam sebulan, saham BRIS naik 46%, 3 bulan melesat 124%, dan 6 bulan terbang 541% dengan kapitalisasi pasar Rp 12,02 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading