Wadaw! Wall Street Futures Terjun Bebas, Emas Ikut Nyungsep

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
28 October 2020 19:00
Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks saham berjangka Amerika Serikat (AS) atau Wall Street futures, terjun bebas pada perdagangan Rabu (28/10/2020). Terjunnya Wall Street futures tersebut menjadi indikasi bursa saham AS akan merosot saat pembukaan perdagangan nanti.

Tidak hanya bursa saham AS, harga emas dunia juga ikut terseret turun. CNBC International melaporkan indeks Dow Jones futures terjun lebih dari 400 poin atau 1,5%, disusul indeks S&P 500 futures minus 1,3%, dan Nasdaq futures minus 1%.

Sementara itu pada pukul 17:39 WIB, harga emas dunia merosot 0,58% ke US$ 1.895,71/troy ons di pasar spot. Padahal siang tadi emas masih menguat ke US$ 1.910,5/troy ons, artinya dari level tertinggi harian tersebut emas terseret 0,77% akibat terjunnya Wall Street futures.


Merosotnya Wall Street futures terjadi akibat memburuknya sentimen pelaku pasar melihat lonjakan kasus pandemi penyakit virus corona (Covid-19).

Eropa benar-benar mengalami serangan virus corona gelombang kedua. Berdasarkan data terbaru dari Worldometer, jumlah kasus Covid-19 bertambah sebanyak lebih dari 220 ribu kasus.

Rusia kini menjadi perhatian, pada 27 Oktober jumlah kasusnya bertambah sebanyak 33.897 orang, naik tajam ketimbang hari sebelumnya 16.710 orang melansir Euro News. Prancis juga sama, kemarin jumlah kasus yang dilaporkan sebanyak 26.771 orang, tetapi sehari sebelumnya mencapai 52.010 orang, menjadi penambahan kasus harian terbanyak sejak pandemi melanda pemenang Piala Dunia 2018 ini.

Jerman, motor penggerak ekonomi Benua Biru juga tidak lepas dari serangan virus yang berasal dari kota Wuhan China ini. Tercatat ada 11.409 kasus baru pada Selasa kemarin. Rekor penambahan harian terbanyak terjadi 14.714 orang pada 24 Oktober lalu.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, bahkan mengatakan negaranya kemungkinan kehilangan kendali atas penyebaran Covid-19, dan mengatakan "situasinya mengancam", sebagaimana dilansir Guardian.

Sementara itu, Reuters melaporkan Merkel berencana untuk melakukan karantina ringan (lockdown light), yang akan melarang beroperasinya bar, restaurant, serta acara publik. Karantina total dikatakan akan dihindari, karena dikhawatirkan membuat perekonomian Jerman kembali merosot.

Serangan virus corona gelombang kedua tersebut membuat mata uang Eropa berguguran, alhasil indeks dolar AS menjadi menguat 0,44% yang akhirnya menekan harga emas.

Emas Tunggu Hasil Pilpres AS
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading