Adam Boehler ke RI Lagi Ketemu Luhut, Jadi Nih Dana Abadi!

Market - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
26 October 2020 07:53
Presiden Joko Widodo menerima CEO International Development Finance Corporation (IDFC), Adam S Boehler dan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/01/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan Chief Executive Officer (CEO) United States International Development Finance Corporation (IDFC) Adam S Boehler pekan lalu menjadi perhatian pelaku industri keuangan. Pertemuan tersebut berlangsung di Jakarta, Jumat (23/10), dimana Adam didampingi Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Yong Kim.

Mungkin banyak yang bertanya, kenapa Adam untuk kedua kalinya datang Indonesia. Pada Januari lalu, selain bertemu Menko Luhut, Adam juga diterima oleh Presiden Joko Widodo.

Rupanya, kunjungan kali ini secara khusus membahas mengenai peluang investasi di Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Dana Abadi Indonesia yang akan dibentuk setelah adanya peraturan pemerintah turunan dari UU Cipta Kerja terkait.


US IDFC merupakan lembaga pembiayaan investasi yang dibentuk atas mandat Kongres Amerika Serikat (AS) yang berfokus pada investasi di negara-negara berkembang.

SWF Indonesia diklaim akan menjadi instrumen penting bagi pengembangan infrastruktur di Indonesia. Kehadiran SWF akan semakin memperkuat transparansi pengelolaan aset infrastruktur di Indonesia secara profesional dan sesuai dengan good international practice.

Lembaga investasi keuangan internasional seperti Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), US IDFC, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) merupakan beberapa yang dilibatkan dalam proses konsultasi pengembangan framework SWF Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Luhut mempromosikan UU Cipta Kerja yang baru disahkan. Ia mengklaim salah satu semangat dari UU Cipta Kerja adalah perbaikan iklim berinvestasi dan berusaha di Indonesia dengan tetap mengutamakan perlindungan lingkungan hidup dan kepastian perlindungan tenaga kerja. Dia menambahkan bahwa transparansi perijinan juga akan semakin jelas dengan adanya Online Single Submission (OSS).

"Kelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari perizinan berbasis risiko. Untuk bisnis berisiko, Amdal (Analisis mengenai dampak lingkungan) harus diterbitkan sebelum izin usaha, yang diperlukan untuk memulai operasi bisnis. Perizinan berbasis risiko meningkatkan kemudahan berbisnis dengan tetap menjaga lingkungan" ujar Luhut dalam keterangan resmi, Jumat (23/10).

Sebelumnya IDFC dan pemerintah telah membahas berbagai proyek seperti LRT, Trans Jawa, Trans Sumatera, pariwisata, PLTA di Kalimantan Utara, dan proyek energi terbarukan. Selain dengan Menko Luhut, Adam juga akan menemui Menteri Luar Negeri dan Menteri BUMN.

SWF dan Omnibus Las
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading