Get Ready! Emas Sudah 'Pasang Kuda-Kuda' Untuk Terbang Tinggi

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 October 2020 09:24
Gold bars are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia berakhir nyaris stagnan di pekan ini, bahkan jika melihat lebih ke belakangan logam mulia ini sebenarnya bergerak di situ-situ saja. Tetapi, pergerakan tersebut bisa menjadi "kuda-kuda" untuk melesat lebih tinggi ke depannya.

Melansir data Refinitiv, emas sepanjang pekan ini menguat tipis, 0,1% ke US$ 1.900,76/troy ons, meski di hari Rabu (21/10/2020) sempat menyentuh US$ 1.924,49/troy ons.

Isu stimulus fiskal di AS menjadi pemicu pergerakan emas dunia di pekan ini. Stimulus fiskal merupakan salah satu "bensin" bagi emas untuk menanjak, oleh karena itu cair atau tidaknya stimulus fiskal sebelum pemilihan presiden (pilpres) AS akan menentukan kemana emas melangkah.


Sayangnya, pilpres di AS tinggal menghitung hari, yakni pada 3 November mendatang, sehingga kemungkinan cairnya stimulus fiskal kian meredup.

Perundingan antara Nancy Pelosi, Ketua DPR (House of Representatif) Amerika Serikat (AS) dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin sudah berlangsung sejak awal pekan, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan adanya kesepakatan kedua belah pihak.

"Kami menawarkan kompromi, masih ada yang harus dirundingkan lebih dalam dengan ketua DPR. Jika ia may berkompromi, makan akan ada kesepakatan. Tetapi kami sudah mendapat kemajuan di beberapa isu, dan masih ada isu signifikan yang harus kita selesaikan bersama," kata Mnuchin sebagaimana dilansir CNBC International, Jumat (23/10.2020).

Stimulus fiskal di AS kemungkinan tidak akan cair sebelum pilpres selesai, hal tersebut membuat analis memperkirakan pergerakan harga emas dunia masih akan sama, tidak akan kemana-mana di pekan ini, masih di dekat kisaran US$ 1.900/troy ons.

Hasil survei mingguan Kitco terhadap analis di Wall Street menunjukkan 41% memberikan outlook bullish (harga akan naik). Jumlah analis yang memberikan outlook neutral (harga tidak kemana-mana) juga sama sebesar 41%. Sementara yang memberikan outlook bearish (harga turun) sebanyak 18%.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan akan ada "letupan" harga emas, sebab di pekan ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi AS kuartal III-2020, yang diprediksi akan tumbuh hingga 32,5% secara kuartalan yang disetahunkan (quarterly annualized) berdasarkan survei Refinitiv.

Kenaikan masif tersebut bisa terjadi akibat low base effect, dimana di kuartal II-2020 lalu pertumbuhan ekonomi AS mengalami kontraksi 31,4%.
Tetapi garis besarnya, emas tetap menanti stimulus fiskal di AS, serta hasil pilpres yang mempertemukan petahana dari Partai Republik, Donald Trump, dengan lawannya dari Partai Demokrat Joseph 'Joe' Biden.

Cepat atau Lambat Stimulus Pasti Cair, Emas Siap Terbang Tinggi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading