Analisis Teknikal

'Adu Mulut' Trump vs Biden, Awas Koreksi IHSG!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
23 October 2020 08:16
From l-r, first lady Melania Trump, President Donald Trump, Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden and Jill Biden, walk off stage at the conclusion of the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Julio Cortez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah tipis 0,09% ke 5.901,816 pada perdagangan Kamis kemarin.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 251 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 9,3 triliun.

Pelaku pasar saat ini menanti kepastian stimulus fiskal di AS yang kabarnya bisa cair di pekan ini.


Perundingan antara Nancy Pelosi, Ketua DPR (House of Representatif) Amerika Serikat (AS) dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin yang membahas stimulus tersebut masih berlangsung, dan dikatakan masih ada perbedaan pendapat.

"Memang masih ada sejumlah pendapat yang berbeda. Namun, kami sudah memasuki tahapan negosiasi yang baru, di mana tinggal mengurus masalah teknis bahasa penyampaian," ungkap Mark Meadows, Kepala Staf Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters.

Perkembangan stimulus tersebut masih akan mempengaruhi pergerakan pasar saham pada hari ini Jumat (23/10/2020), termasuk IHSG. Pelosi memberikan sinyal adanya kemajuan perundingan stimulus fiskal kemarin.

"Jika tidak ada kemajuan, saya tidak akan menghabiskan detik sekalipun di dalam perundingan ini. Ini adalah usaha yang serius. Saya percaya kami semua ingin mencapai kesepakatan," kata Pelosi sebagaimana dilansir CNBC International, Kamis (22/10/2020).

Meski demikian Pelosi juga memberikan indikasi stimulus kemungkinan belum akan cair sebelum pemilihan presiden 3 November mendatang. Ia mengatakan butuh waktu untuk menyelesaikan dan menandatangani undang-undang stimulus fiskal, artinya harapan akan cairnya stimulus di pekan ini.

Selain itu pelaku pasar juga akan mencermati debat calon presiden AS yang mempertemukan petahana dari Partai Republik Donald Trump dengan penantangnya Joseph 'Joe' Biden dari Partai Demokrat pagi ini.

Alhasil, pelaku pasar kemungkinan melakukan aksi wait and see sehingga IHSG berisiko terkoreksi lagi. 

Secara teknikal, IHSG kemarin nyaris menyentuh support di 5.060, yang juga merupakan rerata pergerakan 100 hari (moving average/MA100) yang ditunjukkan garis warna oranye muda.

Setelah mendekati level tersebut, IHSG langsung rebound yang menjadi indikasi support kuat.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Indikator Stochastic pada grafik harian dan 1 jam tidak berada di wilayah jenuh beli (overbought) maupun jenuh jual (oversold), sehingga tidak bisa memberikan sinyal kemana IHSG akan bergerak.

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

IHSG kini bergerak di dekat rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA50) yang ditunjukkan dengan garis hijau.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

MA 50 berada di kisaran 5.115 hingga 5.120, jika berhasil dilewati IHSG berpeluang menguat kembali menuju kisaran 5.163 yang menjadi resisten kuat sebab merupakan Fibonnaci Retracement 50%.

Fibonnaci tersebut ditarik dari level tertinggi September 2019 di 6.414 ke level terlemah tahun ini 3.911 pada grafik harian.

Sebaliknya, selama tertahan di bawah MA 50 IHSG berisiko melemah ke support 5.060. Jika support dilewati, ada risiko bursa kebanggaan Tanah Air ini turun ke kisaran 5.020.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading