5 Saham Paling Tokcer Kemarin, Gilak Properti Semua nih!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
23 October 2020 07:20
Diskusi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten-emiten properti dan real estate kompak menguat dan memimpin top gainers pada perdagangan Kamis kemarin (22/10/2020), di tengah kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Mengacu data BEI, dari lima saham top gainers, terdapat empat perusahaan properti dan bangunan, serta real estate yang sahamnya melonjak.


Keempatnya adalah PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).

5 Top Gainers 22 Oktober 2020

1. Alam Sutera

Saham ASRI memimpin top gainers di BEI dengan penguatan hingga 22,76% di level Rp 151/saham, dengan nilai transaksi Rp 342,5 miliar dan volume perdagangan 2,3 miliar saham. Saham ASRI sudah melesat 24% dalam sepekan terakhir dan naik 34% dalam sebulan terakhir.

2. Agung Podomoro

Saham APLN melonjak 10,68% di level Rp 114/saham, nilai transaksi mencapai Rp 70,13 miliar, dan volume perdagangan 613,90 juta saham. Sepekan saham pengelola Senayan City ini naik 11% dan sebulan terakhir sahamnya melesat 21%.

3. Sarana Meditama

Saham non-properti yang masuk deretan top buy di nomor tiga adalah emiten rumah sakit OMNI Hospitals yakni PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) yang naik 9,33% di level Rp 164/saham seiring dengan sentimen rencana akuisisi rumah sakit Grup Emtek.

4. Surya Semesta

Berikutnya ada saham SSIA yang bergerak di bisnis properti dan konstruksi juga mencatat kenaikan harga saham di penutupan sore ini. Saham SSIA melesat 7,45% di posisi Rp 505/saham. Nilai transaksi mencapai Rp 99,75 miliar dan volume perdagangan 198,70 juta saham. Dalam sepekan saham SSIA naik 13% dan sebulan terakhir juga melesat 20%.

5. Lippo Karawaci

Terakhir ada saham Grup Lippo, LPKR, yang ditutup naik 6,92% di posisi Rp 139/saham. Nilai transaksi Rp 32,91 miliar dan volume perdagangan 239,42 juta saham. Saham induk PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) ini naik 9% dalam sepekan terakhir dan ikutan melesat 17% dalam sebulan terakhir. Adapun saham LPCK stagnan di Rp 800/saham.

Pada penutupan Kamis kemarin, IHSG turun tipis 0,09% di posisi 5.091,82. Nilai transaksi di BEI tembus Rp 9,36 triliun di mana 147 saham naik, 264 saham turun, dan sisanya 180 saham stagnan.

Salah satu sentimen bagi saham-saham properti, termasuk pusat perbelanjaan adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi yang mulai dilonggarkan.

Pemprov DKI Jakarta juga sudah menerbitkan izin operasi tiga bioskop, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pengunjung. Syarat yang harus dipenuhi adalah batasan usia maksimum yang boleh ke bioskop adalah usia 60 tahun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menerapkan PSBB Transisi mulai 12 Oktober hingga 25 Oktober 2020. Dalam masa ini, Anies memberikan kelonggaran bagi beberapa sektor usaha agar bisa beroperasi lebih lama.

Berdasarkan dokumen ketentuan baru PSBB Transisi DKI, salah satu sektor yang diperbolehkan buka hingga pukul 21.00 WIB adalah industri pariwisata mulai dari restoran, cafe atau rumah makan, pusat kebugaran hingga salon.

Namun, ada ketentuan demi ketentuan yang harus ditaati terkait operasional usaha bidang-bidang itu.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jakarta, Ellen Hidayat, mengatakan terbatasnya kunjungan masyarakat yang memaksa tenant mal menutup gerai sehingga membuat cash flow pengelola pusat belanja semakin sesak.

APPBI juga menyebutkan beratnya kondisi keuangan ini juga membuat pengelola kesulitan untuk memenuhi kewajiban kepada perbankan terutama bagi mal yang berusia di bawah 8 tahun.

Selain itu persoalan pajak pemda turut menyulitkan, oleh karena itu pihaknya mengharapkan adanya perpanjangan relaksasi pajak.

Selain 5 saham top gainers, data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 251 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 9,3 triliun.

Saham yang paling banyak dilego asing adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan jual bersih sebesar Rp 67 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 88 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah PT Astra Internasional Tbk (ASII) dengan beli bersih sebesar Rp 95 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy sebesar Rp 93 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading