Bank Syariah BUMN Dimerger, Saham BRIS Langsung Meroket 20%!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
13 October 2020 09:18
BRIsyariah Salurkan Dana PEN untuk UMKM (Dok. BRIsyariah)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) langsung melesat pagi ini, Selasa (13/10/2020), di tengah rencana penggabungan tiga bank syariah BUMN. Konferensi pers terkait rencana ini akan digelar Kementerian BUMN pada Selasa sore nanti.

Data perdagangan mencatat, saham BRIS langsung 'terbang' 19,44% di level Rp 1.065/saham dengan nilai transaksi Rp 244,63 miliar dan volume perdagangan 234 juta saham. Pada pukul 09.11 WIB, saham BRIS naik 20%.

Dalam 5 hari perdagangan terakhir saham anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ini mencuat 27% dan 3 bulan terakhir melesat 146%. Bahkan dalam 6 bulan terakhir saham BRIS melesat 474% dan year to date naik 227%.


Tiga bank umum syariah anak usaha BUMN yakni termasuk BRIS dan PT Bank BNI Syariah, serta PT Bank Syariah Mandiri akan menjalani proses merger.

Hal ini tertuang dalam sebuah MoU atau Nota Kesepahaman [Conditional Merger Agreement] antara ketiga bank dan induk usahanya masing-masing.

"MoU diteken, ketiga bank syariah tersebut nantinya akan menjalani proses penggabungan," ungkap sumber CNBC Indonesia yang mengetahui penandatanganan MoU tersebut.

"Nanti akan ada keterangan resmi," tuturnya lebih jauh.

Dengan adanya penggabungan maka aset dari ketiga bank syariah tersebut melesat. Untuk diketahui, per Agustus 2020, Bank Syariah Mandiri mencatatkan aset Rp 112,1 triliun, BNI Syariah Rp 49,97 triliun, dan BRI Syariah Rp 51,8 triliun.

MoU ini merupakan awal atau kick off dari penggabungan yang merupakan bagian dari sejarah bank syariah di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memang berambisi untuk menggabungkan bank syariah milik bank pelat merah. Bank hasil merger ini akan di bawah koordinasi himpunan bank milik negara (Himbara).

Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Hery Gunardi menilai potensi perbankan syariah di Indonesia masih sangat besar.

Bank syariah juga sangat reliance menghadapi pandemi covid-19. "Dan ini tunjukkan, bahwa merger ini tujuannya untuk optimalkan bank syariah di bawah koordinasi himbara dan ini tujuannya baik, mudah-mudahan berjalan lancar," kata Hery.

Hery menambahkan, penetrasi bank syariah di Indonesia masih kecil 8,5%-9%. Angka ini jauh di bandingkan Malaysia, dimana penetrasi perbankan syariah hampir 40%-50% dan di Timur Tengah mencapai 80%-90%.

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan bank syariah di dalam negeri mampu berada di peringkat 20 besar dunia.

Salah satunya upaya mencapai langkah tersebut yaitu dengan penggabungan atau merger bank syariah yang dimiliki oleh bank BUMN.

Ia menyebutkan bahwa saat ini pemerintah sedang merancang skema untuk menggabungkan perbankan syariah milik bank pelat merah, yang bertujuan menjadi bank besar dengan pengembangan model bisnis lebih luas.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading