Dana Abadi Jokowi Bisa Salip Abu Dhabi? Cek Dulu Faktanya

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
08 October 2020 07:44
Logo BUMN  (Dok Kementerian BUMN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Senin (5/10/2020) menjadi momen bersejarah bagi Republik Indonesia (RI). Pasalnya di hari tersebut Sidang Paripurna DPR di kompleks Senayan mengesahkan RUU Cipta Kerja (Ciptaker) menjadi UU Cipta Kerja.

Salah satu implikasi dari pengesahan RUU menjadi UU Omnibus Law tersebut adalah amanat pembentukan lembaga pengelola investasi (LPI). Ya, nantinya Indonesia bakal punya dana investasi negara yang dikenal dengan istilah Sovereign Wealth Fund (SWF) alias dana abadi.

Namun jangan bayangkan SWF buatan RI ini akan mirip dengan yang dimiliki oleh negara-negara lain.


SWF biasanya dibentuk oleh negara yang mencatatkan surplus pada anggaran maupun perdagangannya. Artinya ada dana yang bisa diputar untuk investasi di berbagai kelas aset yang juga memiliki tujuan beragam. 

Tak jarang SWF juga mengelola cadangan devisa suatu negara seperti yang dilakukan oleh Singapura dengan Government Investment Corporation (GIC)-nya.

Berbeda dengan model-model tersebut yang mengandalkan uangnya sendiri, SWF RI juga bakal menggunakan dana sendiri tetapi juga ada partisipasi investor asing nantinya. 

Dalam UU Cipta Kerja dikatakan bahwa modal awal untuk membentuk SWF ini adalah sebesar Rp 15 triliun yang dibiayai oleh APBN.

Namun menurut Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin (BGS), modal awal SWF RI berpotensi sangat besar mencapai US$ 500 miliar - US$ 600 miliar. 

Nilai tersebut setara dengan Rp 7.350 triliun-Rp 8.820 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.700/US$. BGS mengungkapkan, nilai tersebut bisa diperoleh jika seluruh perusahaan BUMN melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Estimasi nilai IPO yang bisa diperoleh mencapai US$ 480 miliar atau setara dengan Rp 7.056 triliun.

Jika nilai modal SWF milik RI mencapai US$ 600 miliar, maka bakal menjadi yang terbesar ketiga saat ini mengungguli SWF milik Uni Emirat Arab yang bernama Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) yang dana kelolaannya mencapai US$ 579 miliar. 

SWF RI hanya akan berada di bawah Dana Pensiun Norwegia yang dikelola oleh unit bank sentralnya yaitu Norges Bank Investment Management (NBIM) dengan total aset kelolaan mencapai US$ 1,17 triliun dan China Investment Corporation yang juga menembus angka US$ 1 triliun.

Namun ingat ya!

Ini jika seluruh perusahaan BUMN melakukan penawaran perdana sahamnya ke publik.

"Itu pasti sudah sekelasnya Abu Dhabi Investment SWF Abu Dhabi. SWF paling besar itu Norway US$ 1.100 billion-US$ 1.200 billion," kata BGS.

Ini Raksasa SWF Global Punya Norwegia, Beli Aset RI Juga Lho
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading