Sstt... Ada Tugas Khusus Erick buat Kimia Farma & Indofarma

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
17 September 2020 07:10
Erick Thohir Kunjungi Kesiapan Fasilitas Laboratorium Bio Farma Lawan Covid-19. Dok: BUMN Foto: Erick Thohir Kunjungi Kesiapan Fasilitas Laboratorium Bio Farma Lawan Covid-19. Dok: BUMN

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor farmasi tengah menjadi perhatian pemerintah, apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang memaksa perusahaan-perusahaan farmasi dalam negeri, termasuk BUMN ikut bekerjasama membuat vaksin Covid-19 dan obat terapi penyembuhan pasien corona.

Saat ini ada Holding BUMN Farmasi dipimpin oleh PT Bio Farma (Persero) dengan anak usaha yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF).

Sementara itu Bio Farma juga membawahi anak usaha Kimia Farma yang juga bergerak di bidang farmasi yakni PT Phapros Tbk (PEHA).


Pembentukan holding farmasi tersebut sudah tertuang dalam PP Nomor 76 tahun 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bio Farma yang dikeluarkan pada 15 Oktober 2019 dan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 862/KMK.06/2019 soal Inbreng Saham.

Di tengah upaya pembuatan vaksin ini, Menteri BUMN pun memberikan penjelasan apa saja tugas BUMN farmasi ke depan, apalagi ada empat perusahaan farmasi yakni Bio Farma, Kimia Farma, Infofarma, dan Phapros.

Menurut Erick, ada perbedaan tugas antara Kimia Farma dan Indofarma.

"Kita juga konsolidasikan klaster [BUMN] kesehatan, yakni menggabungkan Bio Farma dan fokuskan Kimia Farma dan Indofarma akan fokus pada kimia," kata Erick dalam HSBC Economic Forum bertajuk 'Orchestrating the next move: Transforming Indonesia into Asia's next supply chain hub' yang berlangsung secara virtual, Rabu (16/9/2020).

"[Selain itu] juga menekan kebutuhan impor obat-obatan, kita akan bangun pabrik paracetamol yang selama ini diimpor," tegas Erick.

"Indofarma akan fokus kepada [obat-obatan] herbal dan kita sinergikan dengan RS kita yang jumlahnya 72," kata Erick lagi.

Tak hanya itu, Erick menegaskan BUMN farmasi juga akan disinergikan dengan klaster holding BUMN lainnya. 

Kita juga sinergikan di klaster lain, infra dan semen jadi satu klaster sekarang dan banyak hal lain. Tapi kita gak mau jadi menara gading, kita tetap bangun ekosistem yang baik dengan swasta," jelas pendiri Mahaka Media ini.

Dalam proses pembentukan Holding BUMN Farmasi tahun lalu, Kementerian BUMN sudah mengungkapkan keunggulan dari masing-masing BUMN farmasi.

Misalnya, Bio Farma kuat dalam hal vaksin, sementara Indofarma lebih menonjol untuk urusan obat. Adapun Kimia Farma juga unggul dalam hal value chain, dan distribusi sehingga akan saling melengkapi Indofarma yang unggul dalam herbal dan alat kesehatan.

Sebelumnya Erick mengatakan Kimia Farma telah mampu melakukan produksi favipiravir dengan merek jual Avigandi dalam negeri.

Obat ini merupakan salah satu obat yang dijadikan sebagai terapi penyembuhan untuk pasien Covid-19. Favipiravir adalah sejenis obat antivirus yang digunakan untuk mengatasi beberapa jenis virus tertentu seperti influenza.

"Kimia Farma sudah bisa produksi Avigan, yang selama ini impor. Masuk kategori favipiravir, [kini Kimia Farma] sudah bisa buat sendiri," kata Erick yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dalam acara webinar yang digelar Selasa (15/9/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading