Pak Erick, Laba Kimia Farma Melejit ke Rp 58 M di Semester I

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
24 September 2021 10:12
Erick Tohir di kimia farma. (CNBC Indonesia/Monica Wareza)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten farmasi BUMN, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 57,60 miliar pada semester pertama tahun ini.

Perolehan laba bersih tersebut meningkat sebesar 18,57% dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 48,75 miliar.

Kenaikan laba bersih ini mengerek nilai laba per saham dasar Kimia Farma menjadi Rp 9,61 per saham dari sebelumnya Rp 8,75 per saham.


Mengacu publikasi laporan keuangan perusahaan di media massa, selama 6 bulan pertama tahun ini, Kimia Farma membukukan penjualan bersih sebesar Rp 5,55 triliun, meningkat 18,57% dari tahun sebelumnya Rp 4,68 triliun.

Sejalan dengan kenaikan penjualan, beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp 3,69 triliun dari sebelumnya Rp 2,89 triliun. Sehingga, pada semester pertama tahun ini, laba kotor KAEF menjadi sebesar Rp 1,86 triliun dari sebelumnya Rp 1,78 triliun.

Di pos beban usaha tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp 1,55 triliun dari sebelumnya Rp 1,51 triliun. Sedangkan, kerugian akibat selisih kurs mata uang asing naik menjadi Rp 6,48 miliar dari tahun lalu Rp 4,41 miliar.

Sampai dengan periode 30 Juni 2021, total aset emiten bersandi KAEF ini sebesar Rp 17,83 triliun, meningkat dari posisi 31 Desember 2020 yang sebesar Rp 17,56 triliun.

Nilai ini terdiri dari liabilitas sebesar Rp 10,66 triliun, meningkat dari Desember 2020 senilai Rp 10,45 triliun. Sedangkan, ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp 7,11 triliun, naik tipis dari tahun sebelumnya Rp 7,10 triliun.

Pada perdagangan Jumat ini (24/9/2021), saham KAEF menguat 0,43% ke level Rp 2.350 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 13,05 triliun.

September tahun lalu, di tengah upaya pembuatan vaksin Covid-19, Menteri BUMN Erick Thohir memberikan penjelasan apa saja tugas BUMN farmasi ke depan, apalagi ada empat perusahaan farmasi yakni Bio Farma, Kimia Farma, PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Phapros Tbk (PEHA).

Menurut Erick, ada perbedaan tugas antara Kimia Farma dan Indofarma.

"Kita juga konsolidasikan klaster [BUMN] kesehatan, yakni menggabungkan Bio Farma dan fokuskan Kimia Farma dan Indofarma akan fokus pada kimia," kata Erick dalam HSBC Economic Forum bertajuk 'Orchestrating the next move: Transforming Indonesia into Asia's next supply chain hub' yang berlangsung secara virtual, Rabu (16/9/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading