Mengenal Vaksin Pfizer, Andalan Bill Gates Binasakan Corona

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
16 September 2020 17:21
FILE PHOTO: The Pfizer logo is seen at their world headquarters in New York April 28, 2014.  REUTERS/Andrew Kelly/File Photo                            GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri Microsoft Bill Gates menjagokan vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech sebagai vaksin yang bakal dapat izin dari otoritas AS untuk penggunaan darurat pada akhir Oktober.

Lantas seperti apa vaksin ini? Saat ini vaksin Pfizer sudah memasuki uji klinis fase tiga atau tahap akhir. Dalam dua uji klinis sebelumnya pada manusia vaksin ini berhasil menciptakan antibodi penawar dan merangsang t-cell untuk melawan corona.

Vaksin ini mengandung materi yang disebut messenger RNA (mRNA), yang digunakan sel untuk mengubah instruksi yang tersimpan dalam DNA menjadi protein yang penting bagi kehidupan. mRNA digunakan untuk melatih sel-sel protein untuk membuat protein yang kemudian melawan atau mencegah penyakit yang ditargetkan.


Pfizer Inc mengatakan sebagian besar para relawan yang ikut uji klinis fase tiga dan disuntik vaksin mengeluhkan efek samping ringan seperti kelelahan, sakit kepala, menggigil dan nyeri otot.

Beberapa peserta dalam uji coba juga mengalami demam - termasuk beberapa demam tinggi. Namun data ini belum diverifikasi dengan detil apakah relawan yang mengalami keluhan disuntik vaksin sesungguhnya atau plasebo (vaksin palsu).

Kepala penelitian dan pengembangan vaksin Pfizer Kathrin Jansen, menekankan komite pemantauan data independen "memiliki akses ke data yang sebesar-besarnya, mereka akan memberi tahu kami jika mereka memiliki masalah keamanan dan belum melakukannya hingga saat ini," ujarnya seperti dikutip dari FoxNews, Rabu (16/9/2020).

Pfizer telah mendaftarkan lebih dari 29.000 relawan dari target 44.000 relawan untuk menguji vaksin Covid-19. Lebih dari 12.000 peserta studi telah menerima dosis kedua dari vaksin tersebut, kata eksekutif Pfizer dalam analis meeting.

Pfizer mengharapkan hasil dari uji klinis fase tiga pada Oktober 2020. "Kami yakin - mengingat profil kekebalan yang sangat kuat dan juga profil praklinis ... kemanjuran vaksin kemungkinan besar 60% atau lebih," kata Chief Scientific Officer Pfizer Mikael Dolsten.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading