Sentimen Pasar Pekan Depan

PSBB Jakarta A La Anies Ternyata Nggak Total-total Amat Nih..

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
13 September 2020 18:15
Memakai Masker, Antisipasi Masuknya Virus Corona ke Indonesia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia mengalami koreksi pada perdagangan pekan ini. Bagaimana dengan pekan depan? Sentimen apa saja yang perlu dicermati oleh pelaku pasar?

Minggu ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 4,26% secara point-to-point. Sudah jelas, cetha wela-wela, sah dan meyakinkan, IHSG adalah indeks saham dengan performa terburuk di Asia.

Berikut perkembangan indeks saham utama Benua Kuning pada perdagangan pekan ini:


Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Seirkat (AS) melemah 0,81% secara point-to-point di perdagangan pasar spot. Lagi-lagi, rupiah adalah yang terlemah di Asia.

Pekan ini, sentimen domestik kental mewarnai pasar keuangan Tanah Air. IHSG dan rupiah terbeban oleh rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta yang akan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total mulai pekan depan.

Artinya, situasi Jakarta akan kembali seperti April-Mei lalu. Perkantoran non-esensial, restoran, pertokoan, rumah ibadah, lokasi wisata, dan sebagainya ditutup untuk sementara. Warga kembali diminta #dirumahaja.

PSBB membuat ekonomi Jakarta ambruk. Pada kuartal II-2020, output ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) Ibu Kota tumbuh negatif (kontraksi) -8,22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Ini menjadi kontraksi terparah dalam 10 tahun terakhir.

"Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya untuk menahan laju penyebaran Covid-19 hampir menghentikan seluruh aktivitas masyarakat dan berdampak demikian besar pada kinerja ekonomi, bahkan merambah hingga kegiatan sosial. Pada triwulan II/2020 pertumbuhan ekonomi Jakarta kontraksi minus 8,22%. Angka ini adalah yang terendah selama kurun waktu 10 tahun terakhir, meskipun tidak sedalam saat krisis ekonomi tahun 1998," sebut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta.

Apesnya, Jakarta adalah penyumbang terbesar dalam 'kue' PDB nasional. Pada kuartal II-2020, kontribusi Jakarta adalah 17,17% terhadap pembentukan PDB Indonesia. Akibatnya, ekonomi Ibu Pertiwi terkontraksi 5,32% pada periode tersebut.

Rencana Gubernur Anies Rasyid Baswedan memberlakukan PSBB total tentu akan membuat cerita seperti kuartal II-2020 kembali terulang. Jika PDB tumbuh negatif lagi pada kuartal III-2020, maka Indonesia akan resmi masuk zona resesi. Kalau PSBB Jakarta terus berlaku hingga kuartal IV-2020, maka Indonesia masih terisap di lumpur resesi.

Anies Beberkan Rencana PSBB Jakarta
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading