Bikin Panas AS, Uni Eropa Mau Pungut Pajak Lebih Apple Cs

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 September 2020 21:00
Paolo Gentiloni, Komisioner Uni Europa untuk Ekonomi.

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan teknologi sedang mendapat sorotan banyak negara. Pasalnya banyak yang menikmati keuntungan besar dari perubahan perilaku konsumen saat terjadi pandemi virus corona (covid-19), dimana banyak orang melakukan karantina di rumah. 

Paolo Gentiloni, Komisioner Uni Eropa untuk ekonomi dan perpajakan, mengatakan perusahaan-perusahaan ini harus membayar pajak lebih banyak, sebab mereka yang paling banyak mendapat untung saat ini.

Komentar Gentiloni muncul di tengah keretakan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (US) dan Uni Eropa (UE) atas pajak perusahaan seperti perusahaan Apple, Alphabet, dan Amazon.


"Ini adalah masalah besar," kata Gentiloni kepada CNBC International di European House Ambrosetti Forum, mengakui kesulitan dalam mengatasi perbedaan dengan Amerika Serikat.

Namun, mantan perdana menteri Italia itu menambahkan bahwa tidak mungkin lagi "menerima gagasan bahwa para perusahaan teknologi raksasa itu tidak membayar pajak dalam jumlah yang adil di Eropa."

Pada 2018, Komisi Eropa, badan eksekutif UE, mengusulkan pungutan digital sebesar 3%, dengan alasan bahwa sistem pajak perlu diperbarui untuk era digital. Namun, Gedung Putih AS mengatakan pajak digital tidak adil karena berdampak secara tidak proporsional terhadap perusahaan-perusahaan Amerika.

Saat itu, Komisi Eropa mengatakan perusahaan digital rata-rata membayar tarif pajak efektif sebesar 9,5%, dibandingkan dengan 23,2% untuk bisnis tradisional.

Namun, setelah pandemi corona, perusahaan teknologi mendapat keuntungan dengan banyaknya konsumen yang mengandalkan produk mereka untuk teleworking, berbelanja, dan tetap terhubung dengan orang lain.

"Raksasa platform digital adalah pemenang sebenarnya dari krisis ini, dari sudut pandang ekonomi," tambah Gentiloni. "Kita semua mengalami ini dalam hidup kita sendiri."

Sementara itu, pemerintah sangat membutuhkan dana tambahan, dan mengenakan pajak baru adalah salah satu cara utama untuk mencapainya. Dalam konteks ini, UE ingin mengusulkan pajak digital baru pada 2021 jika negosiasi di tingkat OECD dapat dilakukan pada akhir tahun.

"Jika kami tidak mendapatkan hasil yang layak di tingkat global, Komisi Eropa akan keluar tahun depan dengan proposal kami sendiri," kata Gentiloni.

Sebelumnya, AS sempat menarik diri dari pembicaraan negosiasi pada Juni lalu, meningkatkan keraguan tentang kemajuan soal pajak yang mungkin dicapai tahun ini.

Gentiloni mengatakan telah terjadi kemajuan di tingkat teknis, namun pemilihan presiden AS mendatang cukup mempengaruhi proses tersebut.

"Kami berada dalam tahun pemilihan di AS dan saya pikir ini juga memiliki pengaruh," katanya, seraya menambahkan bahwa UE tetap perlu "mendesak perlunya solusi global" dari AS.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading