Internasional

Kala Eropa Buat Sejarah, Sahkan Stimulus Raksasa Rp 12.000 T

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
22 July 2020 07:34
uni eropa

Jakarta, CNBC Indonesia - Drama rapat persetujuan kucuran stimulus senilai 750 miliar euro (Rp 12.000 triliun) akhirnya berakhir bahagia.

Bagaimana tidak, setelah hampir 5 hari berjibaku dengan adu pendapat, Uni Eropa akhirnya setuju mengeluarkan dana untuk pemulihan ekonomi Eropa akibat krisis yang disebabkan Covid-19.



"Kami berhasil! Eropa kuat. Eropa bersatu," kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel sebagaimana dilaporkan CNN International, Selasa (21/7/2020).

"Ini kesepakatan yang bagus, ini kesepakatan yang kuat, dan yang paling penting, ini adalah kesepakatan yang tepat untuk Eropa saat ini."

"Ini adalah pertama kalinya para anggota Uni Eropa bersama-sama menegakkan ekonomi kita melawan krisis."

Presiden Prancis Emmauel Macron juga memuji kemarin, sebagai hari bersejarah. Perdana Menteri Belgia Sophie Wilmes mengatakan bahwa Uni Eropa belum pernah memutuskan untuk berinvestasi dengan ambisius di masa depan.



Keputusan ini seperti jadi oase di tengah padang pasir. Bagaimana tidak, ekonomi UE diramal kontraksi hingga 8,3% di 2020.

Ini merupakan perkiraan terbaru dari Komisi Eropa, yang menunjukan suramnya perekonomian 27 negara anggota. Ekonomi Prancis, Italia dan Spanyol akan minus 10%.

Dampak ekonomi dari lockdown lebih parah dari yang diperkirakan sebelumnya. Belum lagi, sejumlah negara kini bersiap menghadapi serangan gelombang kedua.

Nantinya dana tersebut akan disalurkan ke tiga fokus utama. Pertama menciptakan reformasi untuk membantu bisnis bangkit dari pandemi.

Kedua, meluncurkan langkah-langkah baru untuk mereformasi ekonomi dalam jangka panjang. Dan, ketiga, berinvestasi untuk membantu melindungi dari "krisis masa depan".

Stimulus ini juga akan termasuk mengalokasikan dana senilai ratusan miliar dolar dalam bentuk hibah dan pinjaman kepada negara-negara anggota. Komisi itu juga menyetujui anggaran inti 1,1 triliun euro (hampir US$ 1,3 triliun) dari 2021-2027.

Akibat ini pasar saham global sebagian naik. Bursa Eropa naik 0,5% dan ditutup pada 3.405,35.

Sejumlah pengamat mengatakan Eropa telah melakukan hal yang jauh lebih baik dari AS terutama dalam membuka kembali aktivitas ekonominya.

"Dengan prospek ekonomi AS yang semakin tidak pasti, langkah-langkah ini untuk memastikan pemulihan yang lebih kuat dan akan terus mendorong euro lebih tinggi," kata analis dari BK Asset Management Kathy Lien.

"Paket itu akan membantu melindungi kelanjutan penurunan virus pada ekonomi," kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial.



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading