Akhirnya Nongol, Aakar Jelaskan Kasus Jouska & Ngaku Salah!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 September 2020 15:43
Jouska (CNBC Indonesia/Shalini)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah lama tak terdengar kabarnya, CEO PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska) Aakar Abyasa Fidzuno kembali muncul ke publik. Kali ini Aakar tampil memberikan penjelasan soal penyelesaian masalah dengan dengan klien Jouska.

Aakar mengklaim telah memberikan ganti rugi ke kliennya. Saat konferensi pers yang digelar hari ini, Aakar menyebutkan kerja sama pengelolaan portofolio investasi tersebut berada di luar kewenangan dirinya. Kontrak tersebut ditandatangani nasabah dengan PT Mahesa Strategis Indonesia, entitas yang berbeda dengan Jouska dan tidak memiliki perjanjian kerja sama. Walaupun Aakar duduk sebagai Komisaris Utama di Mahesa Strategis.

"Yang terjadi adalah broker di dalam hal ini di Mahesa mentransaksikan jual beli saham klien atas kesepakatan tertulis surat kuasa dari klien itu sendiri dalam surat kesepakatan bersama antara klien dengan Mahesa, bukan dengan Jouska," kata Aakar dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2020).


Perlu diketahui Aakar merupakan pemegang saham mayoritas pada Mahesa. Namun, kata Aakar, dirinya pemegang saham pasif dan tidak tahu menahu mengenai izin usaha serta tak terlibat dalam operasional Mahesa.

Founder dan CEO Jouska, Aakar Abyasa FidzunoFoto: Founder dan CEO Jouska, Aakar Abyasa Fidzuno

Dia mengaku, dalam satu bulan terakhir pihaknya telah menyelesaikan kesepakatan dengan 45 klien Jouska. Dari kesepakatan tersebut dia menyebutkan pihaknya telah mengeluarkan dana mencapai Rp 13 miliar.

Bentuk kesepakatan dengan para nasabah ini bermacam-macam, mulai dari ganti rugi hingga buyback portofolio saham sesuai dengan kesepakatan dengan klien tersebut.

Disebutkan terdapat 63 klien Jouska yang mengajukan keluhan kepada Jouska dari 328 klien yang mengembangkan portofolio saham baik secara mandiri maupun lewat bantuan para broker saham di Mahesa.

Persentase klien yang mengajukan komplain tidak sampai 5% dari jumlah klien aktif Jouska sejak awal 2020 yang sudah mencapai 1.700 klien.

Hal lainnya yang juga disampaikan adalah mengenai hubungannya dengan saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK). Aakar menyebut dia tak memiliki hubungan dengan saham ini, pun juga tak menerima keuntungan apapun dari saham tersebut.

"Advisor Jouska sebelumnya tidak mengetahui bahwa dana klien yang dikelola oleh Mahesa akan dibelikan saham apa, karena ini adalah ranah kesepakatan antara klien dengan Mahesa. Advisor Jouska baru mengetahui adanya pembelian saham LUCK pada saat review portofolio yang berlangsung secara periodik," jelasnya dalam keterangannya.

Terkait keluhan klien tentang advisor Jouska menyarankan untuk jangan menjual saham LUCK, Aakar menyebut hal tersebut berupa notofikasi dari advosor kepada nasabah untuk mengingatkan klien mengenai klausul perjanjian antara klien dengan Mahesa di mana klien tidak boleh intervensi karena bisa mengganggu rencana pembentukan portofolio saham dari tim Mahesa.

"Saya mohon maaf atas kesalahan dan kelalaian dari saya sebagai CEO dari Jouska, di mana saat klien kami bertambah pesat dan ada SOP komunikasi yang belum diperbaiki. Terlalu intensnya komunikasi antara advisor Jouska dengan klien termasuk membantu dalam komunikasi terkait pihak ketiga rupanya membuat klien menyamakan bahwa Mahesa adalah Jouska," ujar Aakar

Halaman Selanjutnya >> Soal Saham LUCK

Soal Saham LUCK
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 ... 7
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading