Aakar Muncul! Cerita Soal Kabur ke Australia, Cerai & Teror

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
17 November 2020 09:48
Jouska (CNBC Indonesia/Shalini)

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska), Aakar Abyasa Fidzuno akhirnya memberikan respons terkait pemberitaan yang menyebutkan rencana dirinya kabur ke Australia. Selain itu, Aakar melalui keterangan tertulisnya menjelaskan perkara perceraian dengan istrinya.

Kasus investasi bodong Jouska kembali mencuat ke permukaan setelah sejumlah klien pekan lalu melapor ke Polda Metro Jaya atas kerugian investasi yang dialami. Pekan lalu, Aakar sama sekali tidak memberikan penjelasan terkait pemberitaan yang menimpa dirinya, sampai akhirnya beredar surat putusan dari Mahkamah Agung terkait perceraian dirinya akhir pekan lalu. 

Awal pekan ini, Aakar akhirnya muncul dan buka suara. Dia mengirimkan pesan tertulis, inti pesannya Aakar membantah mengenai kabar yang menyebutkan dirinya akan kabur ke Australia, penjelasan soal perceraian dan teror yang diterima keluarga.


Aakar  mengatakan tidak pernah mengajukan visa ke Negeri Kanguru tersebut. "Border Aussie ditutup total semenjak Covid. Sila di cek di kedutaan Aussie, apakah ada aplikasi visa atas nama saya. Saya tidak pernah mengajukan sama sekali," kata Aakar, dalam pesan singkatnya kepada CNBC Indonesia, Senin (16/11/2020).

Dalam penanganan kasus ini, Aakarmengaku selalu kooperatif jika diperiksa oleh pihak Kepolisian. Dia juga mengaku mengikuti proses hukum yang saat ini sedang dijalaninya.

"So far sejauh ini saya belum pernah mangkir 1 x pun selama diperiksa kepolisian. Saya koperatif 100%. Boleh dicek ke pihak kepolisian," ujarnya.

Sebelumnya, rencana Aakar kabur ke luar negeri sudah terendus oleh penasihat hukum klien Jouska, Rinto Wardana.

Rinto mengakui sudah mendengar informasi mengenai rencana Aakar Abyasa Fidzuno yang berencana melarikan diri ke Australia untuk menghindari kewajiban ganti rugi kepada klien Jouska.

Menurut Rinto, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polda Metro Jaya sampai dengan 12 November 2020, ada sebanyak 35 korban investasi Jouska dengan nilai kerugian mencapai Rp 13,81 miliar. Jumlah ini kemudian bertambah setelah bertambahnya jumlah korban nasabah menjadi 40 orang dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 15 miliar.

"Saya sudah mendengar berita itu dan ternyata kekhawatiran itu sebelumnya telah disampaikan oleh klien saya bahwa kemungkinan besar ada potensi saudara Aakar akan melarikan diri," kata Rinto kepada awak media, Kamis (12/11/2020).

Untuk itu, dalam laporan di Polda, dia membuat surat khusus yang ditujukan kepada penyidik agar Aakar segera ditahan.

"Saya sudah membawakan surat yaitu surat permohonan penyidik agar Aakar segera ditahan, supaya penyidik segera mengamankan bukti-bukti yang terkait tindak pidana yang kami laporkan," ungkapnya.

Drama Cerai & Pengamanan Aset
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading