Rugi Alam Sutera Tembus Rp 513 M di Semester I, Ini Pemicunya

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 August 2020 17:10
Dok.Alam Sutera

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengembang properti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mencatatkan kerugian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 512,5 miliar pada periode semester I tahun ini.

Capaian ini berkebalikan dengan capaian di tahun sebelumnya yang masih mencatatkan laba bersih Rp 158,8 miliar.

"Perseroan mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 512,5 miliar disebabkan oleh adanya kerugian selisih kurs yang belum terealisasi sebesar Rp 271,5 miliar," demikian keterangan manajemen Alam Sutera, dalam paparan publik, Jumat (28/8/2020).


Data laporan keuangan mencatat rugi selisih kurs mencapai Rp 271,50 miliar, dari sebelumnya laba kurs Rp 122,26 miliar.

Pada periode 6 bulan pertama ini, ASRI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 919,5 miliar, turun 28% dari periode sama di tahun sebelumnya Rp 1,28 triliun.

Secara rinci, pendapatan ini dikontribusi dari segmen real estate sebesar Rp 740,4 miliar, jasa hospitality, prasarana, pariwisata dan usaha lainnya sebesar Rp 179,1 miliar.

Namun, beban pokok penjualan tercatat turun 15% dari sebelumnya Rp 541,5 miliar menjadi Rp 458,7 miliar.

Pada semester pertama ini, perseroan membukukan pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp 1,4 triliun. Hingga Juni 2020, perseroan meluncurkan dua proyek baru, yaitu Elevee Promenade dan Weston Lane di kawasan Alam Sutera dan dua cluster baru yaitu Dakota Cluster dan Alam Signature di kawasan Suvarna Sutera.

Total aset ASRI sampai dengan paruh pertama tahun ini sebesar Rp 21,43 triliun dengan liabilitas Rp 11,52 triliun dan ekuitas Rp 9,90 triliun.

Adapun di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ASRI ditutup minus 0,78% di level Rp 128/saham dengan nilai transaksi Rp 22,16 miliar dengan nilai kapitalisasi Rp 2,52 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading