Derita Rugi Bersih Rp 1 T di 2020, Saham ASRI Ogah Gerak!

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
16 April 2021 14:33
Dok.Alam Sutera

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), emiten yang bergerak di bidang pengembangan properti baru saja mengeluarkan laporan kinerja keuangan mereka sepanjang 2020 lalu. Dalam laporan tersebut ASRI membukukan rugi bersih dengan nilai fantastis, mencapai Rp 1,03 triliun.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 14.00 siang ini (16/4), saham perusahaan pengelola kawasan terpadu Alam Sutera di Serpong ini tidak bergerak, alias stagnan dan masih berada di posisi yang sama dengan penutupan harga kemarin (15/4) di Rp 206/saham.

Nilai transaksi ASRI hari ini tercatat sebesar Rp 2,73 miliar dengan total volume 13,26 juta transaksi. Pada perdagangan hari ini tercatat juga asing melakukan pembelian bersih sejumlah Rp 16,24 juta.


Dalam seminggu terakhir saham ini turun 5,5% dengan asing melakukan jual bersih sebesar Rp 2,95 miliar. Adapun untuk waktu satu bulan, saham Alam Sutera turun 16,26% dengan jual bersih yang dilakukan oleh asing mencapai Rp 1,59 miliar.

Saham ASRI sempat menghijau pada perdagangan kemarin (15/4) setelah dalam seminggu saham ini terus berada di zona merah.

Tren pelemahan ini telah terjadi dari awal tahun, yang mana sejak awal tahun 2021 ini saham properti ini turun 14,88% dan dalamĀ 3 bulan terakhir melemah hingga 25,90%.

Perusahaan yang proyek pertamanya merupakan pengembangan kawasan terpadu di Serpong Utara itu mencatatkan kerugian bersih hingga Rp 1,03 triliun, dari yang sebelumnya memperoleh keuntungan bersih Rp 1,01 triliun pada tahun 2019.

Rugi bersih yang dibukukan perusahaan membuat para pemegang saham ikut mengalami kerugian Rp 52,3 per lembar saham.

Dalam laporan keuangan mereka, perusahaan mencatat bahwa wabah pandemi Covid-19 yang menyebar sejak awal tahun 2020 menjadi salah satu alasan atas buruknya performa keuangan sepanjang 2020. Wabah Covid-19 ini telah membawa ketidakpastian dan dampak bagi ekonomi dan kegiatan usaha Grup.

Sepanjang 2020, pemilik dan pengelola Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park ini mengalami penyusutan pendapatan hingga 59,34% turun dari posisi awal tahun 2019 di angka Rp 3,47 triliun menjadi hanya Rp 1,41 triliun.

Dalam laporan yang sama, manajemen mengatakan bahwa mereka akan terus memonitor perkembangan penyebaran Covid-19 dan terus berusaha untuk meminimalkan dampaknya terhadap bisnis, posisi keuangan dan hasil operasi Grup.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading