Sering Dipompom, Kinerja FILM Tak Seindah Itu Ferguso!

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
16 April 2021 14:05
MD Pictures

Jakarta, CNBC Indonesia Saham yang akhir-akhir ini sedang ramai dan sering direkomendasikan di kalangan influencer saham yakni PT MD Pictures Tbk (FILM) baru saja merilis laporan keuangan tahun 2020.

Kinerja keuangan tahunanya ternyata tidak sejalan dengan harga sahamnya yang berberapa hari lalu 'digoreng' naik oleh influencer sambil mempromosikan saham ini untuk menarik para investor ritel membeli barang yang dimiliki oleh sang influencer di harga tinggi.

Pandemi virus Covid-19 memang menyerang industri perfilman dengan sangat parah, pusat perbelanjaan terpaksa ditutup akibat PSBB tahun lalu, bahkan ketika mal-mal sudah diperbolehkan beroperasi, bioskop masih belum diijinkan untuk dibuka hingga akhir tahun 2020.


Perseroan yang bergerak di industri ini tentu saja terdampak parah pula dengan adanya pandemi hal ini dicerminkan dari laporan keuanganya yang merugi Rp 57 miliar berbalik dari tahun lalu dimana perseroan berhasil cuan Rp 60,9 miliar.

Perseroan terpaksa merugi karena penjualan anjlok parah dari Rp 250 miliar menjadi Rp 122 miliar tahun 2020 lalu atau koreksi parah sebesar 51,2%.

Tak hanya membukukan rugi bersih, aset perseroan juga terpaksa tergerus parah dimana asetnya turun 33,28% dari Rp 285 miliar menjadi Rp 190 miliar.

Menurut keterangan perseroan berberapa pos seperti kas dan setara kas yang turun 31,91% akibat perseroan yang menggunakan dana untuk memulai kembali kegiatan produksi dan operasional.

Sementara itu berberapa pos piutang turun karena pelanggan membayar kewajibanya, akan tetapi pos piutang lain-lain pihak ketiga melesat 184,02% karena adanya pembatalan kontrak pembelian sehingga supplier terpaksa mengembalikan uang yang sudah dibayarkan.

Sementara itu investasi pada entitas asosiasi hilang karena perseroan sepakat untuk menutup PT The Mixx Entertainment pada tanggal 24 September 2020.

Merespons rilis keuangan yang buruk ini harga saham FILM sempat ambruk ke level terendah yang diijinkan oleh bursa alias ARB dan sementara ditutup terkoreksi 1,71% ke level harga Rp 575/unit pada perdagangan sesi pertama hari ini bahkan sepekan terakhir FILM sudah ambruk 10,16%.

Secara fundamental, harga saham FILM juga sudah tidak layak koleksi karena valuasinya yang sudah amat mahal dengan valuasi nilai buku dibanding harga saham alias PBV di angka 4,08 kali dan valuasi laba bersih dibanding harga saham alias PER di angka 75,38 kali.

Meskipun demikian, data perdagangan mencatat broker-broker yang banyak membeli saham FILM merupakan sekuritas yang banyak digunakan oleh investor ritel untuk bertransaksi sehingga kemungkinan sang bandar yang berkedok influencer sudah sukses mendistribusikan barangnya kepada ritel. Ah, pasar saham memang kejam!

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading