Adaro Tak Kebal dari Covid-19, Laba Semester I-2020 Drop 48%

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 August 2020 11:57
Adaro akan Lakukan Limited Review Laporan Keuangan

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pertambangan batu bara, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatatkan penurunan laba bersih yang cukup signifkan semester I-2020.

Mengacu laporan keuangan yang dipublikasikan, laba bersih perseroan yang diatribusikan terhadap pemilik entitas induk Adaro tergerus 47,75% menjadi US$ 155,09 juta atau sekitar Rp 2,27 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.700 per US$. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, Adaro masih membukuan laba bersih sebesar US$ 298,86 juta atau sekitar Rp 4,38 triliun.

Dari sisi pendapatan usaha bersih, terjadi penurunan sebesar 23% dari sebelumnya US$ 1,77 miliar atau sebesar Rp 26,01 triliun menjadi US$ 1,36 miliar atau setara Rp 19,99 triliun.


Dilihat secara rinci, pos pendapatan usaha perseroan hampir semuanya mengalami penurunan. Pada segmen pertambangan dan perdagangan batu bara, turun 23% menjadi US$ 1,26 milar dari sebelumnya US$ 1,61 miliar.

Sementara itu, pendapatan usaha di jasa pertambangan dan lainnya tercatat mengalami penurunan masing-masing sebesar 28% dan 27%. Sedangkan beban pokok pendapatan tercatat mengalami penurunan 14% menjadi US$ 1,04 miliar dari sebelumnya US$ 1,21 miliar.

Dalam penjelasannya, manajemen Adaro menyebutkan, kinerja keuangan semester pertama imbas dari perlambatan ekonomi global serta penurunan aktivitas industri memberi tekanan yang besar terhadap permintaan maupun harga batu bara.

Kebijakan karantina wilayah (lockdown) untuk mengurangi penyebaran covid-19 yang diterapkan banyak negara pengimpor batu bara mengakibatkan penurunan terhadap permintaan listrik industri, yang disusul oleh penurunan permintaan batu bara pada semester pertama tahun ini.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Garibaldi Thohir mengatakan, kinerja Adaro pada 6 bulan pertama tahun ini tidak kebal dari dampak penurunan permintaan batu bara yang terjadi karena wabah COVID-19.

Namun, menurut Boy Thohir, Adaro tetap memaksimalkan upaya untuk terus berfokus pada keunggulan operasional bisnis inti perusahaan, meningkatkan efisiensi dan produktifitas operasi, menjaga kas, dan mempertahankan posisi keuangan yang solid di tengah situasi sulit yang berdampak terhadap sebagian besar dunia usaha.

"Walaupun masih harus menghadapi tantangan ini untuk beberapa saat ke depan, kami tetap yakin bahwa fundamental sektor batu bara dan energi di jangka panjang tetap kokoh, terutama karena dukungan aktivitas pembangunan di negara-negara Asia," ucap Boy, dalam keterangan resmi, Jumat (28/8/2020).

Namun demikian, meski laba bersih drop dalam harga saham ADRO hingga perdagangan sesi I, tercatat menguat 1,33% ke level Rp 1.140/unit. 


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading