Harga Emas Oleng Kapten! Waktunya Beli Atau Jual?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
12 August 2020 18:57
Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia menukik tajam dari rekor tertinggi sepanjang masa dalam 4 hari perdagangan terakhir. Pada perdagangan Selasa (11/8/2020) kemarin harga emas dunia merosot US$ 116 atau 5,72% ke US$ 1.911,24/troy ons di pasar spot, melansir data Refinitiv. Penurunan tersebut menjadi penurunan harian terburuk dalam 7 tahun terakhir.

Harga emas dunia mulai merosot sejak hari Jumat (7/8/2020) pekan lalu, beberapa saat setelah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49/troy ons. Penyebab merosotnya emas dunia yakni tanda-tanda pulihnya perekonomian Amerika Serikat (AS) yang membuat yield obligasi (Treasury) naik, dan indeks dolar AS bangkit dari level terendah 2 tahun sehingga memicu aksi ambil untung (profit taking) emas.

Aksi profit taking kian menggila setelah media lokal Rusia memberitakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa pemerintahannya telah memberi persetujuan vaksin virus corona yang pertama di dunia. Kabar tersebut membuat bursa saham menguat, indeks S&P 500 bahkan sempat mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Ketika aset-aset berisiko menguat, maka daya tarik emas sebagai safe haven menjadi luntur.


Kemerosotan terus berlanjut pada hari ini Rabu (12/8/2020) pagi, emas dunia ambrol ambrol 2,49% ke US$ 1.863,66/troy ons. Sehingga jika dilihat dari rekor tertinggi sepanjang masa, emas dunia sudah ambles lebih dari US$ 200 atau sekitar 10,8%, wow...

Di luar faktor penyebab kemerosotan tersebut, pergerakan emas di ini mengingatkan kembali 10 tahun lalu, ketika emas dunia mencapai rekor tertinggi sepanjang masa kala itu, sebelum akhirnya menukik tajam di hari yang sama.

Pada 23 Agustus 2011, harga emas dunia mencapai level tertinggi sepanjang masa US$ 1.911,46/troy ons, di hari itu juga langsung merosot dan mengakhiri perdagangan di level US$ 1.829,65/troy ons, atau ambrol 4,28% dari rekor. Sehari berselang kemerosotan berlanjut sebesar 4,29%. Pada 25 Agustus 2011, emas masih berlanjut nyungsep US$ 1.702,44/troy ons sebelum akhirnya rebound di hari itu juga.

Jadi total pelemahan dalam 3 hari, dari rekor puncak ke US$ 1.702,44/troy ons sebesar 10,94%.

xauGrafik: Emas (XAU/USD) Tahun 2011
Foto:Refinitiv

Nyaris sama dengan penurunan emas dalam 4 hari terakhir saat ini, dan hari in juga menunjukkan tanda-tanda rebound. Setelah menyentuh level terendah pagi tadi, emas akhirnya berbalik menguat 1,64% ke US$ 1.942,47/troy ons pada pukul 18:22 WIB. 

Balik lagi ke 25 Agustus 2011, setelah berhasil rebound, emas akhirnya kembali melesat ke atas. Hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa lagi pada 6 September 2011 di US$ 1.920.3/troy ons. Kabar buruknya hari itu juga emas langsung ambrol, dan terus berlanjut hingga menyentuh level US$ 1,534,49/troy ons pada 26 September, atau minus 20,09%. Setelahnya emas memang bangkit kembali tetapi tidak pernah mampu kembali ke atas US$ 1.800/troy ons.

Hingga akhirnya emas dunia mulai dalam tren menurun sejak Oktober 2012.

Dalam tren penurunan tersebut, titik terendah yang dicapai yakni US$ 1.045,85/troy ons pada 3 Desember 2015.

Artinya, jika dilihat dari rekor tertinggi hingga ke level terendah tersebut, harga emas dunia ambrol 45,54% dalam tempo 4 tahun.

Jika sejarah tersebut berulang, setidaknya pergerakan saat ini sudah sangat mirip, emas akan bangkit lagi dan memecahkan rekor tertinggi baru sebelum akhirnya terkoreksi turun. Atau skenario terburuk, jika emas gagal bangkit, artinya akan ada kemerosotan tajam ke depannya, itu kalau sejarah memang berulang.

Dulu dan Sekarang, Penggerak Emas Sama Saja
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading