Ada Analis Sarankan Beli Emas Sekarang, Berani Borong?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
14 January 2021 18:20
Petugas menunjukkan emas batangan di sebuah gerai emas di Pegadaian, Jakarta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia bergerak liar pada perdagangan Kamis (14/1/2021) merespon naik turunnya indeks dolar AS. Meski demikian, ada analis yang mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli emas, sebab harganya akan menguat ke US$ 2.800/troy ons.

Melansir data Refinitiv, pagi tadi harga emas dunia sempat menguat 0,47% ke US$ 1.852,05/troy ons, sebelum berbalik merosot 0,6% ke US$ 1.832,59/troy ons.

Setelahnya logam mulia ini berhasil bangkit, dan diperdagangkan di kisaran US$ 1.842,61/troy ons, nyaris stagnan dibandingkan penutupan perdagangan kemarin yang melemah 0,66%.


Indeks dolar AS kemarin berbalik menguat 0,29% setelah hari sebelumnya melemah 0,41% sekaligus mengakhiri penguatan 4 hari beruntun. Pagi ini, indeks dolar AS sempat turun 0,13%, tetapi berbalik naik 0,14%, kemudian turun lagi 0,08% sore ini.

Pergerakan indeks dolar AS tersebut menegaskan korelasi negatif yang kuat dengan emas belakangan ini.

Naik turunnya indeks dolar AS mengindikasikan pelaku pasar masih menimbang-nimbang kemana dolar AS akan melangkah di tahun ini.

Sebab, ada "bisik-bisik" di pasar jika bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan memangkas nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) di akhir tahun ini, yang berpeluang membuat dolar AS perkasa.

Di sisi lain, semakin banyak analis mata uang yang memprediksi dolar AS masih akan melemah hingga 2 tahun ke depan.

Hasil survei terbaru yang dilakukan Reuters pada 4 -7 Januari terhadap 70 ahli strategi mata uang, menunjukkan sebanyak 46% memprediksi dolar AS masih akan melemah dalam 1 sampai 2 tahun ke depan. Persentase tersebut naik ketimbang survei bulan Desember lalu sebesar 39%.

Selain itu, pelaku pasar juga menanti Presiden AS terpilih Joseph 'Joe' Biden yang dikabarkan akan mengumumkan rencana paket stimulus fiskal yang akan digelontorkan pada Kamis waktu setempat. Nilai stimulus tersebut dikatakan mencapai US$ 2 triliun.

Dengan tambahan stimulus fiskal, maka jumlah uang yang beredar di AS akan bertambah, dan secara teori dolar AS akan melemah.

Analis dari Edelweiss Wealth Management, Sahil Kapoor, mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli emas, sebab harganya akan naik ke US$ 2.800/troy ons dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami percaya kemungkinan dolar AS rebound dalam jangka pendek bisa dimanfaatkan untuk berinvestasi emas. Emas bisa dibeli di kisaran US$ 1.850/troy ons, dan kami percaya harga emas akan menguat ke US$ 2.600 sampai US$ 2.800/troy ons dalam beberapa tahun ke depan," kata Kapoor sebagaimana dilansir Kitco, Selasa (12/1/2021).

"Dalam jangka panjang, emas dalam fase bullish (tren naik), yang sangat didukung pelemahan nilai dolar AS," tambahnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading