Newsletter

Jadi, Akankah Sinyal Resesi Muncul di RI Hari Ini?

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
05 August 2020 06:43
[DALAM] Resesi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan nasional berbalik menguat pada Selasa (4/8/20), menyusul meredanya kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 bisa memicu karantina wilayah (lockdown). Hari ini, semua mata menanti seburuk apa pandemi ini memukul perekonomian pada kuartal kedua.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan kenaikan sebesar 1,37% ke level 5.075,00. Sebanyak 270 saham naik, 169 saham turun, 135 saham stagnan. Bursa di kawasan Asia mayoritas menghijau. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 2%, Nikkei Jepang terapresiasi 1,7%, dan STI Singapura terbang 1,1%.


Investor asing melakukan aksi beli bersih senilai Rp 73 miliar di pasar reguler dari nilai transaksi bursa Rp 8,5 triliun. Kondisi ini berbalik dari sehari sebelumnya di mana asing mencatatkan penjualan bersih hingga setengah triliun rupiah.

Kekhawatiran seputar pemberlakuan lockdown di Indonesia sempat menghantui benak investor, setelah Filipina melakukan kebijakan serupa di Manila pada Senin menyusul lonjakan kasus Corona.

Namun pada Selasa, kepercayaan diri investor kembali membaik, di tengah kemajuan pengembangan vaksin dan obat untuk terapi Covid-19. Di Amerika Serikat (AS), emiten farmasi Eli Lilly mengumumkan uji coba tahap ketiga untuk obat anti-corona. Obat berkode LY-CoV555 ini diyakini bisa mencegah penyebaran virus Covid-19 di kalangan tenaga medis.

Di dalam negeri, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir memastikan kesiapan produksi vaksin PT Bio Farma dan Sinovac sebanyak 250 juta dosis per tahun di akhir 2020.

Saat ini, vaksin tengah memasuki uji klinis tahap ketiga yang melibatkan uji massal untuk memastikan kompatibilitas penggunaannya kepada individu yang lebih luas. "Sekarang sedang terus kumpulkan relawan yang sesuai untuk 1.620 sampai akhir Agustus. Baru kalau sudah sesuai akan dilakukan uji klinis tahap ketiga," ujar Erick.

Kabar tersebut sedikit melegakan pelaku pasar, karena memperkecil peluang adanya lockdown radikal yang bakal menekan aktivitas perekonomian. Rupiah pun tercatat menguat 0,07% ke Rp 14.550/US$ per dolar AS di pasar spot.

Bergerak Flip-Flop, Wall Sreet Berakhir di Zona Hijau
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading