Sentimen Pasar Pekan Depan: Pelototi Data Ekonomi RI

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
02 August 2020 13:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 26/3/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 26/3/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan ini naik tipis 0,09% ke 4.973,79. Untuk pekan depan ada peluang terjadinya koreksi mengingat outlook sentimen pekan depan yang akan kurang sedap dipandang investor.

Berikut ini agenda ekonomi dan rilis data yang berpeluang besar mempengaruhi sentimen investor global maupun domestik dan menggerakkan arah bursa.

Sentimen yang utama dan terutama untuk pekan depan tentu saja rilis data Produk Domestik Bruto (GDP) Indonesia pada hari Rabu, 5 Agustus 2020. Memang Indonesia belum akan jatuh ke jurang resesi pada kuartal kedua ini karena ekonomi kita tidak terkontraksi pada kuartal pertama, meskipun begitu pelaku pasar tentunya tetap akan mencermati apakah rilis ini lebih buruk daripada konsensus dan prediksi dari Bank Indonesia dan Kementrian Keuangan.


Dari tradingeconomics memperkirakan Negara Garuda ekonominya akan terkontraksi sebesar 4,2%, dari Bank Indonesia, Gubernur BI, Perry Warjiyo memperkirakan PDB Indonesia kuartal kedua akan terkontraksi 4%, sedangkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani memperkirakan ekonomi Indonesia akan terkontraksi 3,54% sampai dengan 5,08% pada periode ini.

Catatan, untuk kuartal pertama tahun ini, perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh 2,97% secara Year on Year (YoY), meskipun pada akhir kuartal pertama Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tentunya menghambat roda perekonomian nasional.

Oh ya, peluang Indonesia terkena resesi secara teknikal juga terbuka pada kuartal kedua 2020 ini mengingat secara Quarter on Quarter (QoQ) ekonomi kita terkontraksi sebanyak 2,41% pada Q1.

Selanjutnya masih di dalam negeri, rilis data Inflasi bulan Juli Indonesia tentu saja akan menjadi sorotan para pelaku pasar untuk mengira-ngira apakah daya beli masyarakat sudah mulai pulih. Data ini akan dirilis pada Senin, 3 Agustus 2020 dengan konsensus terjadinya inflasi sebesar 1,66% lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 1,96%. 

Masuk ke rilis data negara dengan perekonomian terbesar di dunia tidak lain dan tidak bukan, Amerika Serikat (AS). Rilis data pengangguran di AS akan menjadi spotlight mata para investor dari dalam dan luar negeri.

Konsensus pasar memperkirakan akan ada peningkatan klaim tunjangan sebesar 2,3 juta pada bulan Juli, setelah sebelumnya sempat membludak 4,8 juta pada bulan Juni, sementara itu tingkat pengangguran diprediksi turun ke angka 10,3%, turun jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa pada April lalu sebesar 14,3%.

Kemudian rilis data laporan keuangan berbagai perusahaan besar yang melantai di bursa AS tentu saja juga akan menarik perhatian para pelaku pasar, perusahaan yang akan merilis laporan keuangannya seperti perusahaan finansial AIG, perusahaan yang bergerak di industri gaming Activision Blizzard, 'raja' dunia hiburan Walt Disney, dan perusahaan startup Uber.

Pindah ke Benua Biru, Britania Raya juga tentunya akan menarik perhatian para investor setelah jadwal rapat Bank of England yang akan menentukan suku bunga acuanya, pasar sendiri berekspektasi BoE akan menahan suku bunga acuanya, selain itu rilis data Britania seperti penjualan otomotif, dan PMI manufaktur juga akan menjadi sorotan para pelaku pasar.

Masih dari benua Eropa, berbagai indikator kunci negara-negara besar seperti order industri Jerman, output industri Jerman, tingkat penangguran Spanyol, dan produksi industri Italia tentu juga akan diperhatikan investor.

Selanjutnya dari Benua Kuning, negara dengan perekonomian kedua terbesar di dunia, China, Markit akan akan merilis indeks Caixin PMI Manufaktur Bulan julinya, dengan konsensus terjadinya perbaikan meskipun kecil pada sektor manufaktur di China setelah kesuksesan Negara Panda dala menanggulangi virus corona.

Sementara dari Jepang akan dirilis GDP kuartal keduanya dan dengan konsensus perekonomian Jepang masih terkontraksi, artinya resesi Jepang masih akan berlanjut. Selain itu di Negara Samurai juga akan dirilis pengeluaran rumah tangga Bulan Juli, dan tingkat inflasi di Tokyo.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading