Tragis! Kabar Terbaru, Jouska Ternyata Kelola Dana Klien?

Market - Houtmand P Saragih & Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
23 July 2020 12:13
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satu persatu-satu klien PT Jouska Finansial Indonesia  (Jouska) menceritakan kerugian investasi yang dialami. Klien tersebut menyebutkan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan investasi kepada Jouska dan tidak pernah ikut campur saat menentukan saham pilihan investasi.

Informasi tersebut di dapat dari beberapa klien Jouska yang dihubungi CNBC Indonesia. Para klien tersebut menunjukkan bukti kontrak bahwa menggunakan jasa penasihat keuangan dari Jouska.

Salah satu klien yang hanya bersedia disebutkan inisial yakni "L" menceritakan pengalaman selama menjadi klien Jouska sejak 2018.


Pada awal pertemuan dengan salah satu staf pemasaran Jouska, dirinya dibuatkan perencanaan keuangan mulai dari pemetaan aset hingga mengatur arus dana di keluarga

"Awalnya sebelum masuk Jouska saya simpan uang di reksa dana sebuah bank. Lalu saya minta dibuatkan plan sekolah anak karena memang ada plan menikah di tahun 2018 juga," tuturnya menceritakan ke CNBC Indonesia melalui pesan singkat.

Dia melanjutkan, setelah menghitung skenario sekolah anak, pihak Jouska menyarankan untuk alokasi sekolah anak di tempatkan di investasi saham. Pertimbangannya karena horizon investasi yang panjang.

Akhirnya L dan Jouska membuat kesepakatan kontrak, pada pertengahan 2018. Kontrak Perjanjian Kerja dibuat dengan dua perusahaan yang berbeda.

Satu kontrak dengan PT Jouska Finansial Indonesia dan satu kontrak dengan PT Mahesa Strategis Indonesia. Kedua perusahaan berada di alamat yang berbeda.

Jouska beralamat di Menara Thamrin, Lantai 15, Suite 1502. Sementara itu, Mahesa beralamat di Plaza Index Top Floor. Namun kedua surat kontrak tersebut ditandatangi oleh orang yang sama.

Berdasarkan penelusuran, Mahesa Stratagis Indonesia mengaku sebagai konsultan keuangan yang menjadi mitra asosiasi untuk sebuah perusahaan konsultasi terkemuka di Jakarta.

"Dengan dedikasi partner yang sudah berpengalaman lebih dari 15 tahun di bidang keuangan, kami mendirikan MSI untuk memperkokoh posisi sebagai salah satu konsultan keuangan terbesar di Indonesia dengan portofolio klien yang beragam dari berbagai industri," tulis keterangan perusahaan tersebut.

Kembali ke L, ia lalu menceritakan, pada awalnya Jouska melaporkan dananya ditempatkan pada saham-saham yang menurutnya masih wajar. "Pada awalnya yang dibeli saham-saham "normal" yang saya tau produknya," katanya.

Dari catatan L, beberapa saham yang sempat di investasikan Jouska seperti saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan beberapa saham lalu.

Sampai suatu ketika di 2018, L diundang pihak Jouska ke acara publik expose penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Pihak Jouska meminta L untuk datang sekedar melihat-lihat saja.

"Di situ ternyata ada IPO LUCK, perusahaan IT, saya lihat di websitenya ada Big Four audit company juga. gak curiga saya," cerita L.

Pihak Jouska kemudian menyarankan, "kalau saham IPO, Ibu invest waktu launching nanti returnnya lumayan," cerita L, mengulang kata-kata advisor dari Jouska.

Bankan advisor Jouska juga sempat menganalogikan dengan cerita sukses saham Amazon. "Ya kayak kata-nya Aakar (CEO & Founder Jouska) yang soal Amazon itu," kata L.

Untuk pertama kali Jouska membelikan saham LUCK sebagai portofolio L pada harga Rp 610 di akhir 2018. Tak lama berselang, saham yang dibeli pada harga tersebut sempat di jual oleh Jouska.

Lalu pihak Jouska kembali membeli saham LUCK pada harga Rp 1.935/unit. L kecewa setelah harga terus turun, tapi pihak Jouska tidak melalukan cutloss.

Padahal saat membeli saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di harga Rp 2.200/unit, pada saat harga turun Rp 1.795/unit pihak Jouska langsung menjual saham tersebut.

Alasan pihak Jouska waktu melepas saham PGAS karena untuk trading cepat. Harga turun dan sudah break support, menurut tim Jouska. Jadi keputusan menjual karena memprioritaskan risiko, sebut pesan singkat dari pihak Jouska ke L.

"Anehnya disini baru sebentar mereka langsung cutloss, sedangkan LUCK dibiarkan saja," tutur L.

HALAMAN SELANJUTNYA >> INSIDER DAN PENGAKUAN BOS JOUSKA >> NEXT

Ada Insider Trading?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading