Tentang Jouska, Idola Milenial yang Diprotes Bikin Rugi Klien

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
23 July 2020 09:20
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan konsultan investasi dan penasihat keuangan PT Jouska Finansial Indonesia atau Jouska tengah menjadi topik hangat sebagian warga net di sosial media.

Beberapa kliennya mengaku bahwa Jouska tidak melakukan pengelolaan dana yang tidak sesuai dengan kesepakatan klien sehingga menimbulkan kerugian.

Jouska pertama kali muncul ke publik pada 18 Juli 2017 lewat akun instagramnya @jouska_id. Lewat akun instagramnya itu, Jouska mengenalkan dirinya sebagai firma konsultan keuangan yang idependen. Di akun instagramnya, Jouska kerap kali memberikan tips and trick bagaimana mengelola keuangan.


[Gambas:Instagram]



Sampai saat ini, followers instagram @jouska_id sudah mencapai 785.000. Lewat akun instagramnya itu, CNBC Indonesia mencoba mengeruk informasi berapa tarif yang dikenakan apabila ingin berkonsultasi dengan adviser finansial Jouska.

Di salah satu highlights 'QnA' di Instagramnya, Jouska mengaku memberikan tarif tertentu bagi warga net yang ingin berkonsultasi dengan adviser Jouska. Jouska memasang tarif Rp 3 juta - Rp 12 juta.

"Untuk partial services start from 3 juta/case. Untuk comprehensive services start from 12 juta/tahun. [...] Ga usah khawatir, fee-nya digaransi 99,8% lebih murah dibanding benefit finansialnya secara rupiah," kata Jouska dikutip CNBC Indonesia dari akun instagramnya, Kamis (23/7/2020). 


Ramai-Ramai Klien Jouska Teriak Rugi

Siapa sangka, dibalik tarif konsultasi yang jutaan itu, ternyata telah membuat rugi banyak kliennya. Salah satu portofolio yang ada dalam pengelolaan dana oleh Jouska ini adalah saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK).

Muhammad Abdurrahman Khalish, salah seorang klien Jouska, menyampaikan hal tersebut kepada CNBC Indonesia terkait masalah yang dialaminya.

"Saya kehilangan uang puluhan juta karena financial advisory yang serampangan dari Jouska," kata Khalish, saat berbincang dengan CNBC Indonesia melalui layanan pesan singkat, Senin (20/7/2020).

Khalish menceritakan, dirinya menjadi klien Jouska pada September 2018. Saat itu, ia mengambil jasa Manajemen Investasi Saham.

Singkat cerita, Khalis meminta pihak Jouska untuk berinvestasi pada saham-saham syariah saja. Dalam kurun waktu satu tahun tersebut, Jouska membeli saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan beberapa saham lainnya.

"Karena saya mintanya 'syariah', maka saya minta saham bank dijual. Saham tersebut dijual namun di kemudian hari kembali dibelikan (saham) bank. Jouska juga membelikan (saham) emiten yang baru IPO, yaitu LUCK (PT Sentral Mitra Informatika Tbk)," cerita Khalish.

Pada 10 Agustus 2019, Khalish mendapati saham LUCK masuk dalam daftar unusual market activity (UMA) Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham masuk UMA biasanya pergerakan naik turunnya tidak wajar.

Saran dari Jouska, akan keluar pelan-pelan dari saham tersebut. Pada tanggal 13 September 2019, Kholish meminta saham LUCK dijual.

"Jouska tidak menjual dengan berbagai alasan, bahkan setelah saya datang langsung ke kantornya (20/09/2019 ) untuk meminta emiten tersebut dijual," tutur Kholish.

Kholish mengalami kerugian cukup besar pada saham ini, karena harga pembelian tercatat pada harga Rp 1.965, yang dibeli pada 12 Juli 2019.

Portofolio saya sekarang minus lebih dari 50%. Setelah kejadian ini barulah saya mengumpulkan bukti-bukti terkait, berikut pelanggaran perjanjian & etika dan kejanggalan yang Jouska lakukan.

"Total dana saya yang masuk ada Rp 91,5 juta, sekarang tinggal Rp 30 jutaan," ujar Kholish.

Jouska Dipanggil Satgas Waspada Investasi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading