Corona Masih Mencemaskan, Dow Futures Tertekan Nyaris 1%

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
10 July 2020 18:27
Trader Gregory Rowe works on the floor of the New York Stock Exchange, Monday, Aug. 5, 2019. Stocks plunged on Wall Street Monday on worries about how much President Donald Trump's escalating trade war with China will damage the economy. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (10/7/2020) tertekan nyaris 1%, menyusul peningkatan kembali kasus corona yang memicu kekhawatiran ekonomi bakal kembali tertekan.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average tertekan mengindikasikan bahwa indeks acuan bursa utama nasional tersebut bakal terkoreksi 200 poin pada pembukaan nanti. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq juga tertekan.

Indeks Nasdaq mencatat rekor tertinggi menyusul lonjakan saham Amazon sebesar 3%. Saham Microsoft, Apple dan Netflix juga tercatat menguat. Namun, saham sektor lain terkoreksi sehingga indeks Dow Jones anjlok lebih dari 300 poin, sementara indeks S&P 500 drop 0,6%.


"Ini sesi perdagangan yang relatif sepi tetapi dengan pergerakan seperti roller coaster," tutur Frank Cappelleri, Executive Director Instinet, dalam laporan risetnya sebagaimana dikutip CNBC International.

Perbedaan arah antara saham teknologi dan sektor lain terjadi setelah beberapa negara mencatatkan rekor temuan infeksi corona yang terbaru di Florida dan California. Kondisi ini dikhawatirkan memukul perekonomian karena bisa berujung pada karantina wilayah (lockdown).

Saham maskapai penerbangan kompak melemah, seperti misalnya saham United Airlines, Delta Airlines, dan American Airlines. Saham operator kapal pesiar seperti Carnival dan Norwegian Cruise Line juga tertekan.

"Jalur menuju perekonomian akan bergantung pada jumlah dampak buruk ekonomi yang bisa terjadi beberapa bulan ke depan dan tingkat kaitannya dengan konsumen karena keprihatinan virus corona bakal berfluktuasi," tutur Bruce Bittles, Kepala Perencana Investasi Baird.

Tingginya klaim pengangguran baru dan bukti maraknya penutupan usaha kecil menandakan bahwa prospek ekonomi ke depan masih menantang, lanjut Bruce sebagaimana dikutip CNBC International.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading