Yes, Rupiah Cetak Quat-trick, Jangan Ragu Beri 4 Jempol!
Jakarta, CNBC Indonesia -Â Nilai tukar rupiah kembali menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (9/7/2020) melanjutkan kinerja positif sejak awal pekan lalu. Mood pelaku pasar yang sedang bagus menjadi penopang penguatan rupiah, meski perjalanannya juga tidak mudah.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan stagnan di Rp 14.350/US$, tidak lama menguat tipis 0,07%, kemudian masuk ke zona merah, melemah 0,21% di Rp 14.380/US$. Hingga tengah hari, rupiah bolak balik di kisaran area tersebut.
Baru 30 menit sebelum perdagangan ditutup rupiah agak ngebut masuk ke zona hijau, dan berakhir di level Rp 14.325/US$, menguat 0,17% di pasar spot.Â
Itu artinya, rupiah sukses mencetak quat-trick alias penguatan 4 hari beruntun melawan dolar AS, rupiah pun layak dapat 4 jempol.Â
Tetapi, dibandingkan mata uang utama Asia hari ini, kinerja rupiah masih kalah dengan yuan China menguat 0,24%. Mayoritas mata uang utama Asia memang sedang menguat, hanya rupee India dan dolar Singapura yang berada di zona merah.
Berikut pergerakan dolar AS melawan mata uang utama Asia hingga pukul 15:10 WIB.
Meski mood pelaku pasar sedang bagus, tetapi rupiah cukup lama tertahan di zona merah hari ini. Ada satu hal yang membuat rupiah cukup sulit menguat hari ini, yakni jumlah kasus penyakit virus corona (Covid-19) di Indoneia yang mencatat rekor penambahan harian.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kemarin melaporkan kasus positif bertambah sebanyak 1.853 orang. Penambahan tersebut menjadi yang terbanyak sejak awal Indonesia terjangkit di bulan Maret.
Jumlah pasien positif Covid-19 kini 68.079 orang, Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak di ASEAN.
Dengan penambahan kasus yang masih mencetak rekor terbanyak, tentunya ada kecemasan di benak investor jika Indonesia akan menghadapi pandemi Covid-19 dalam waktu yang cukup panjang, sehingga bisa saja menghambat pemulihan ekonomi, apalagi jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diterapkan.