Satu Lagi Emiten RI Dicaplok Perusahaan Korea, Saham Naik 19%

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
07 July 2020 12:12
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - The Korea Development Bank (KDB), bank asal Korea Selatan, akan mengambilalih mayoritas kepemilikan saham emiten pembiayaan PT Tifa Finance Tbk (TIFA) dari pemegang saham eksisting sebesar 870.763.100 saham yang mewakili 80,65% dari total modal yang ditempatkan dan disetor perseroan.

Akuisisi ini akan menyebabkan perubahan pengendalian dalam perseroan oleh KDB, perusahaan yang didirikan dan tunduk kepada hukum negara Republik Korea yang kantor pusatnya terdaftar berada di 14 Eunhaeng-ro, Yeongdeungpo-Seoul, Korea Selatan.

Sontak kabar ini membuat saham TIFA di sesi I perdagangan Selasa (7/7/2020) melesat 18,85% di level Rp 290/saham. Nilai transaksi hari ini sebesar Rp 551,94 juta dengan volume perdagangan 1,90 juta saham.


Data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten yang fokus pada pembiayaan logistik, kesehatan dan infrastruktur ini melesat 26% sepekan terakhir dan sebulan terakhir juga terbang 48%.

Dalam pengumumannya di BEI, Senin malam (6/7/2020), manajemen Tifa Finance mengungkapkan rencana pengambilalihan akan dilaksanakan dengan memperhatikan segala pemenuhan izin maupun persetujuan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perseroan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa (RUPSLB) terkait dengan rencana pengambilalihan 870.763.100 saham perusahaan oleh KDB.

"Dalam jangka waktu 14 hari terhitung sejak tanggal pengumuman ini, pihak-pihak yang berkepentingan termasuk kreditor atau pihak ketiga lainnya dapat mengajukan keberatan secara tertulis disertai alasan kepada perseroan atas rencana pengambilalihan ini," tulis manajemen.

Mengacu data laporan keuangan Maret 2020, pemegang saham TIFA adalah PT Dwi Satrya Utama, Tan Chong Credit Pte Ltd Singapura, dan investor publik.

Belum ada informasi soal harga, tapi dengan asumsi harga rata-rata itu, nilai akuisisi bisa mencapai Rp 208 miliar.

Rencana akuisisi ini sebetulnya pertama kali ramai pada September 2018 ketika itu diberitakan oleh media Korsel bahwa KDB diprediksi akan menghabiskan dana 10 miliar won atau setara Rp 118,16 miliar.

The Korea Times memberitakan bahwa dana tersebut diprediksi akan menjadi harga yang harus dibayar untuk membeli saham TIFA dari pengendalinya yaitu PT Dwi Satrya Utama.

Aset Tifa Finance mencapai Rp 1,19 triliun per Maret 2020, dengan ekuitas Rp 377,38 miliar. Pendapatan per Maret 2020 mencapai Rp 41,06 miliar, turun dari Maret 2019 Rp 50,38 miliar. Laba tahun berjalan pada kuartal I-2020 yakni Rp 6,67 miliar, turun dari Rp 8,03 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading