Begini Jeroan Kookmin Bank, Sang Raksasa Pengendali Bukopin

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
02 July 2020 11:22
Kookmin Bank clerks work at the headquarters of Kookmin Bank in Seoul, Thursday, March 23, 2006.  Lone Star Fund, a Texas-based investment firm, signed a letter of intent to sell its stake in mid-size lender Korea Exchange Bank to Kookmin Bank, South Korea's top lender by assets, both sides announced Thursday. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Jakarta, CNBC IndonesiaPT Bank Bukopin Tbk (BBKP) akan segera menggelar penawaran umum terbatas (PUT) V dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue dalam waktu dekat ini, setelah resmi mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa 30 Juni lalu.

Bukopin sebelumnya telah memperoleh persetujuan pemegang saham atas rencana aksi korporasi tersebut melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 24 Oktober 2019.

Prospektus awal sudah terbit pada akhir 2019, tetapi kemudian prosesnya tertunda hingga akhirnya mendapatkan restu OJK.


Manajemen Bukopin, dalam keterangan resminya, mengungkapkan proses rights issue akan dilanjutkan dengan kesiapan kedua pemegang saham utama perseroan yakni PT Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank untuk melaksanakan haknya dalam penerbitan saham baru ini.

Kookmin Bank asal Korea Selatan akan menjadi standby buyer atau pembeli siaga dalam aksi korporasi ini dan berpeluang meningkatkan kepemilikan hingga 37,6%.

Sementara bagi Bank Bukopin, bank yang berdiri pada 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia ini akan mendapatkan dana segar sebesar Rp 838,8 miliar dari rights issue ini.

Jumlah saham yang akan diterbitkan terdiri dari saham kelas B sebesar 4,66 miliar atau 40% dari jumlah saham beredar saat ini. Dengan rasio tersebut, maka setiap 5 saham lama akan mendapatkan 2 HMETD, kemudian 1 HMETD berhak untuk mendapatkan 1 saham jika dilaksanakan pada periode pelaksanaan HMETD, dengan harga pelaksanaan Rp 180 per saham.

Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin (1/7/2020), harga saham BBKP naik 0,54% di level Rp 186/saham dengan catatan beli bersih asing Rp 385 juta. Sebulan terakhir saham BBKP naik 17,72%.

Sebelumnya BBKP sudah pernah melakukan rights issue pada 2018 silam di harga Rp 570/saham. Harga rights issue Rp 180/saham tersebut juga di bawah harga rata-rata harian saham BBKP pada perdagangan hariannya di level Rp 188/saham.

Bagaimana sebetulnya sepak terjang dan bisnis Kookmin Bank?

Entitas yang memiliki nama resmi KB Kookmin Bank ini merupakan anak usaha dari KB Financial Group yang listing di Korea Stock Exchange (KRX).

Situs resminya mencatat, di bawah bendera KB Financial Group terdapat 12 anak perusahaan termasuk KB Kookmin Bank, KB Securities, KB Insurance, KB Kookmin Card, KB Asset Management, KB Capital, KB Life Insurance, KB Real Estate Trust, KB Savings Bank, KB Investment, KB Data System, dan KB Credit Information.

Mengacu rilis laporan keuangan Grup KB Financial, sepanjang tahun 2019, net profit atau laba bersih Grup KB ini mencapai 3.311,8 miliar won Korea (3,31 triliun won) atau setara dengan Rp 40 triliun (asumsi Rp 12/won), naik 8,2% secara year on year (yoy) dari tahun 2018 sebesar 3,06 triliun miliar won Korea.

Sementara khusus laba bersih di kuartal 4-2019, tercatat sebesar 534,7 miliar won Korea atau setara Rp 6,42 triliun.

Pendapatan bunga bersih (NII) Grup KB pada tahun 2019 mencapai 9,19 triliun won atau Rp 110 triliun, naik 3,3% yoy dari sebelumnya 8,91 triliun.

Aset Grup hingga Desember 2019 menembus 518,6 triliun won atau setara Rp 6.228 triliun, dari tahun 2018 yakni 479,6 triliun won.

Adapun AUM (asset under management) atau dana yang dikelola Grup dengan berbagai anak usaha manajemen investasi ini mencapai 271 triliun won atau Rp 3.252 triliun, dari sebelumnya 2018 sebesar 252,7 triliun won.

Terbaru, laporan keuangan kuartal I-2020 Grup mencatatkan laba bersih Grup naik 36,4% menjadi 729,5 miliar atau Rp 8,75 triliun dengan pendapatan bunga bersih 2,35 triliun atu Rp 28 triliun.

Kookmin Bank

Khusus Kookmin Bank, laba bersih sepanjang 2019 mencapai 2,42 triliun won atau Rp 29 triliun, naik dari tahun 2018 yakni Rp 2,24 triliun. Pendapatan bunga bersih (NII) Kookmin Bank mencapai 6,29 triliun won atau Rp 75 triliun dari sebelumnya 5,99 triliun won.

Sebagai perbandingan, laba 3 bulan Grup KB tersebut lebih besar dibandingkan ekuitas Bukopin yang tercatat hanya Rp 8,59 triliun per Maret 2020. Hal ini mencerminkan dengan berbekal profit, KB Financial Group dengan mudah mengakuisisi bank di Indonesia.

Kookmin Bank sendiri telah menyuntikkan dana US$ 200 juta atau Rp 2,8 triliun yang ditempatkan pada escrow account di Bukopin. Dana itu akan digunakan untuk menjadi standby buyer di rights issue Bukopin.

Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan purwantono (CNBC Indonesia/ Yuni Astutik)Foto: Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan purwantono (CNBC Indonesia/ Yuni Astutik)
Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan purwantono (CNBC Indonesia/ Yuni Astutik)

Raksasa finansial ini telah melebarkan sayap ke Amerika Serikat, Inggris, India, China, Hong Kong, Jepang hingga Selandia Baru. Sementara di Asia Tenggara, sang raksasa keuangan Korea ini telah beroperasi di Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Indonesia.

Di Indonesia, Kookmin pun mengakuisisi Finansia Multi Finance yang memiliki brand pembiayaan Kredit Plus. Kookmin pun telah menjalin kerja sama dengan MDI Ventures, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Keduanya bersiap berinvestasi pada usaha rintisan yang prospektif.

Di sisi lain, Bank Bukopin membukukan laba komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik selama kuartal I/2020 senilai Rp 166 miliar, meningkat 157,86% dari posisi kuartal I/2019.

Laba bersih entitas induk turun menjadi Rp 53,62 miliar dari periode yang sama 2018 yakni Rp 54,75 miliar.

Bank Bukopin juga tercatat mampu memperoleh aset pada kuartal I/2020 senilai Rp 100,80 triliun atau naik 0,53% dari periode sama tahun lalu yang senilai Rp 100,26 triliun.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Bukopin Meliawati menjelaskan posisi terbaru soal penempatan dana pemegang saham baik Bosowa maupun Kookmin Bank.

Bosowa telah menyetorkan sisa kekurangan dana sesuai porsi HMETD Bosowa sebesar Rp 3,27 miliar, sehingga total dana Bosowa pada escrow account per 30 Juni adalah sebesar Rp 196,27 miliar.

"Perjanjian penempatan dana pada rekening escrow perseroan dengan Bosowa tertuang dalam perjanjian rekening penampungan dengan nomor PKS 208/DIR-SKPR/III/2020 tertanggal 5 Market 2020, sementara perjanjian dengan KB [Kookmin] sedang dalam prose finalisasi internal KB," katanya dalam keterbukaan informasi di BEI, Rabu (1/7/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading