Asing Masuk Jelang New Normal, Obligasi RI Jadi Jawara

Market - Haryanto, CNBC Indonesia
03 June 2020 17:27
Ilustrasi Obligasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi rupiah pemerintah Indonesia pada Rabu ini (3/6/2020) naik signifikan terdorong oleh minat investor asing yang masuk ke pasar keuangan Tanah Air menjelang dibukanya tatanan normal baru (New Normal).

Hingga Selasa kemarin (2/6/2020), investor tercatat masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) hingga Rp 105 triliun.

Data Refinitiv menunjukkan
lonjakan harga surat utang negara (SUN) tercermin dari empat seri acuan (benchmark). Keempat seri tersebut adalah FR0081 bertenor 5 tahun, FR0082 bertenor 10 tahun, FR0080 bertenor 15 tahun dan FR0083 bertenor 20 tahun.

Seri acuan yang paling menguat hari ini adalah FR0082 yang bertenor 10 tahun dengan penurunan yield 45,00 basis poin (bps) menjadi 7,226%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.

Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya. Yield menjadi acuan keuntungan investor di pasar surat utang dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.


 

Yield Obligasi Negara Acuan 3 Juni'20

Seri

Jatuh tempo

Yield 2 Juni'20 (%)

Yield 3 Juni'20 (%)

Selisih (basis poin)

Yield wajar PHEI 3 Juni'20 (%)

FR0081

5 tahun

7.131

6.753

-37.80

6.4266

FR0082

10 tahun

7.676

7.226

-45.00

6.9395

FR0080

15 tahun

7.984

7.819

-16.50

7.452

FR0083

20 tahun

7.940

7.724

-21.60

7.5533

Sumber: Refinitiv

Mengacu hasil lelang SUN (surat utang negara) kemarin, seri acuan yang paling diminati investor adalah yang bertenor pendek, seri FR0082 tenor 10 tahun mencapai Rp Rp 44,843 triliun sedangkan seri FR0081 tenor 5 tahun mencapai Rp 25,150 triliun. Hal ini senada dengan penguatan harga obligasi tenor 10 tahun hari ini.

Penguatan pasar obligasi pemerintah hari ini tercermin pada harga obligasi wajarnya, di mana indeks INDOBeX Government Total Return milik PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI/IBPA) juga menguat. Indeks tersebut naik 3,14 poin (1,14%) menjadi 278,17 dari posisi kemarin 273,03.

Apresiasi di pasar surat utang hari ini senada dengan penguatan rupiah di pasar valas. Pada hari Rabu ini (3/6/2020), Rupiah menguat 2,29% dari penutupan sebelumnya. Kini US$ 1 dibanderol Rp 14.180/US$ di pasar spot.

 

Obligasi RI Menjadi Juara

Apresiasi harga SUN tidak senada dengan pelemahan di pasar surat utang pemerintah negara maju dan berkembang lainnya, kendati bervariatif. Di antara pasar obligasi negara yang dikompilasi Tim Riset CNBC Indonesia, SBN tenor 10 tahun menjadi yang terbaik alias juara.

Dari pasar surat utang negara maju dan berkembang terpantau melemah, yang kesemuanya hampir mencatatkan kenaikan tingkat yield, kendati bervariatif.  Surat utang negara yang paling melemah yaitu Singapura, yang mengalami kenaikan tingkat yield sebesar 6,80 basis poin (bps).

Hal tersebut mencerminkan investor global memburu aset pendapatan tetap (fixed income) Tanah Air di tengah skenario new normal pemerintah Indonesia dan tingginya tingkat yield yang ditawarkan dibandingkan negara lainnya.

 

Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Negara Maju & Berkembang

Negara

Yield 2 Juni'20 (%)

Yield 3 Juni'20 (%)

Selisih (basis poin)

Brasil (BB-)

6.97

6.81

-16.00

China (A+)

2.778

2.833

5.50

Jerman (AAA)

-0.414

-0.378

3.60

Prancis (AA)

-0.049

-0.019

3.00

Inggris Raya (AA)

0.219

0.258

3.90

India (BBB-)

6

5.819

-18.10

Jepang (A)

0.01

0.015

0.50

Malaysia (A-)

2.976

3

2.40

Filipina (BBB)

3.284

3.323

3.90

Rusia (BBB)

5.48

5.51

3.00

Singapura (AAA)

0.85

0.918

6.80

Thailand (BBB+)

1.24

1.25

1.00

Amerika Serikat (AAA)

0.6673

0.7114

4.41

Afrika Selatan (BB+)

8.735

8.74

0.50

Sumber: Refinitiv

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

 




(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading