Harga Batu Bara Mulai Turun Dibayangi Anjloknya Impor China

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
29 May 2020 12:23
An undated handout photo of Whitehaven Coal's Maules Creek coal mine in New South Wales, Australia.   Whitehaven Coal Ltd/Handout via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara termal acuan Newcastle untuk kontrak yang ramai diperdagangkan drop kemarin. Harga batu bara yang baru saja naik kini dibayangi oleh pelemahan impor China dan menunjukkan adanya sinyal tren penurunan.

Kamis (28/5/2020) harga batu bara ambles 1,35% ke US$ 54,65/ton menandai koreksi harga yang terjadi dalam dua hari perdagangan secara beruntun. Harga batu bara termal masih jauh dari level psikologis US$ 60/ton atau level sebelum pandemi. 




Eksportir batu bara Australia harus sudah bersiap-siap dengan kemungkinan penurunan impor oleh China memasuki semester kedua tahun ini. Para trader menduga bahwa impor batu bara China akan turun dalam beberapa bulan mendatang di tengah upaya Beijing untuk membatasi kargo dan melindungi industri serta harga batu bara domestiknya. 

Langkah pembatasan yang ditempuh China akan berlaku untuk semua eksportir batu bara, termasuk pemasok utama China yakni Indonesia, Australia dan Rusia. Namun ketegangan antara Beijing dengan Canberra berpotensi membuat Australia menjadi eksportir batu bara yang paling kena dampaknya.

China telah memberlakukan larangan impor daging dari empat pengolah Australia hingga mengenakan tarif besar-besaran untuk jelai serta menyiapkan langkah-langkah lain di tengah ketidaksenangan Beijing akan upaya Canberra yang mengadvokasi penyelidikan internasional tentang asal-usul virus corona yang merebak di Wuhan

Meskipun ekspor batu bara Australia ke China berpotensi berada dalam tekanan beberapa bulan mendatang, impor batu bara Australia bulan ini berpotensi naik. Impor China dari Australia diperkirakan mencapai 10,45 juta ton pada Mei atau naik 56% dibanding April dan bertambah 20% dibanding periode tahun lalu jika mengacu pada data pelacakan kapal yang dikompilasi Refinitiv.

Kenaikan impor bulan Mei ditengarai karena para trader, perusahaan utilitas dan pembuata baja dari China terdorong untuk meningkatkan stoknya mengingat impor dari periode Februari hingga April anjlok serta memanfaatkan harga yang sedang turun.
(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading