Cuan, Harga Batu Bara 'Lompat' Nyaris 8% dalam Sebulan!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
19 May 2020 11:43
An undated handout photo of Whitehaven Coal's Maules Creek coal mine in New South Wales, Australia.   Whitehaven Coal Ltd/Handout via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara naik tipis pada perdagangan kemarin. Kenaikan permintaan, khususnya dari China, masih menjadi faktor pendorong kenaikan harga si batu hitam.

Kemarin, harga batu bara acuan di bursa ICE Newcastle (Australia) untuk kontrak yang berakhir pada 26 Juni 2020 berada di US$ 53,9/metrik ton. Naik 0,19% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Secara year-to-date, harga batu bara masih rontok 21,94%. Namun setelah mencapai titik nadir pada 27 April, harga baru bara bergerak ke utara. Sejak 17 April-18 Mei, harga komoditas ini melesat 7,66%.




Pemulihan ekonomi di China masih ampuh mengerek harga batu bara. Maklum, China adalah negara konsumen batu bara terbesar di dunia. Kala permintaan di China naik, maka harga batu bara tentu akan terpengaruh.

Mengutip data Refinitiv, impor batu bara China di seluruh pelabuhan pada April 2020 adalah 23,15 miliar ton. Naik 8,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Selepas pulih dari serangan virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19), China bergerak cepat untuk mengejar ketertinggalan. Mulai akhir Maret, karantina wilayah (lockdown) di sejumlah daerah sudah dicabut dan masyarakat sudah bisa beraktivitas lagi.


Dampak dari roda ekonomi yang sudah berputar kembali langsung terasa. Pada April 2020, produksi industri China naik 3,9% YoY. Ini adalah pertumbuhan positif pertama sejak Desember 2019.

 

Tidak hanya dunia usaha, rumah tangga pun sudah 'gatal' untuk melakukan konsumsi setelah berbulan-bulan #dirumahaja. Pada April 2020, penjualan mobil di China naik 4,52% YoY ke 2,07 juta unit. Ini adalah kenaikan pertama sejak Juni 2018.




Geliat aktivitas ekonomi di China pada akhirnya akan meningkatkan permintaan energi, termasuk listrik. Sebagian besar pembangkit listrik di China masih menggunakan batu bara sebagai energi primer. Jadi ketika permintaan listrik naik, maka permintaan batu bara juga ikut terangkat sehingga harga melesat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading