Awas! OJK Sanksi Bank & Debitur 'Main Mata' Restrukturisasi

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
11 May 2020 18:41
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Anggota Dewan Komisioner OJK, Heru Kristiyana SH (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kinerja perbankan Indonesia tidak terganggu karena melakukan restrukturisasi kredit kepada nasabah. Namun OJK meminta jangan sampai restrukturisasi ini disalahkangunakan oleh perbankan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Heru Kristiyana merespons risiko yang ditimbulkan jika bank harus melakukan restrukturisasi kredit.

Heru mengatakan hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan OJK Nomor 11/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Peneyebaran Coronavirus Disease 2019.


"Memang kita buat untuk merelaksasi kedua belah pihak. Pertama bank, supaya bank itu kalau banyak debiturnya meminta restrukturisasi, karena digolongkan lancar tidak perlu bentuk cadangan," jelas Heru di Jakarta, Senin (11/5/2020).

Heru menambahkan jika diminta ada pencadangan dan tidak ada relaksasi maka akan berdampak ke permodalan. Relaksasi ini memberikan keuntungan besar bagi bank.

"Kalau diminta bentuk cadangan tapi gak relasaksi akan berdampak ke permodalan, karena bank pasti akan dapat keuntungan besar karena ada relaksasi," katanya.


Secara otomatis debitur yang terkena dampak covid-19 akan meminta restrukturisasi, jika bank tidak melalukan restrukturisasi maka akan menjadi masalah bagi bank. Pasalnya OJK pasti akan meminta ada pencadangan untuk kredit yang tidak direstrukturisasi tersebut.

"Jadi bank pasti akan menilai dengan benar apa nasabah terdampak dan alami masalah cashflow [arus kas] jadi itu dalam kewenangan masing masing karena kondisi bank dan debiturnya tidak sama," kata Heru.

Restrukturisasi seperti yang diatur dalam POJK tersebut bisa dalam bentuk mengurangi bunga dan pokok serta perpanjangan jangka waktu jatuh tempo.

Lalu, lanjut Heru, untuk nasabah bank yang dulu sehat terdampak covid-19 menjadi terganggu cashflow, restrukturisasi ini bisa memberikan kelonggaran. Bisa dengan memperpanjang tenor atau menurunkan suku bunga.

"Jadi balance kepada bank terdampak gak bentuk CKPN [cadangan kerugian penurunan nilai] dan nasabah dari sisi cashflow ga menganggsur. Jadi bank sehat ga terlalu dalam terdampak tapi sektor riil juga jalan, jadi balancing kita tekankan dan kita pantau apa bank tidak jujur," kata Heru.

"Kita cek, kalau melakukan itu kita sanksi apalagi ada nasabah ga terdampak dan mampu bayar tapi dimasukkan ke keranjang itu akan kita cek. Sama juga dengan nasabah kalau dia bermain main dia masih mau bayar tapi dia buat cashflow terganggu ini akan kita sanksi," kata Heru.


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading