Batal Dicaplok MNC, Link Net Guyur Dana Ekspansi Rp 2 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
05 May 2020 13:53
cover topik/MNC Caplok Link Net thumbnail/Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah kebuntuan rencana akuisisi saham emiten layanan TV berbayar milik Grup Lippo, PT Link Net Tbk (LINK) oleh PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) milik Grup MNC, PT First Media Tbk (KBLV) sebagai pemegang saham Link Net tetap menjalankan ekspansi bisnis di tengah pandemi Covid-19.

Pada rencana awal, seharusnya akuisisi itu sudah dilakukan 6 bulan setelah diumumkan pada Desember 2019. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan lebih lanjut.

Presiden Direktur dan CEO Link Net, Marlo Budiman, memastikan, aksi korporasi perseroan tetap berjalan. Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2 triliun pada tahun ini untuk ekspansi ke tujuh kota baru di Jawa antara lain, Cirebon, Purwakarta, Cikampek, Tegal, Yogyakarta, Kediri dan Madiun.

"Belanja modal juga dialokasikan juga untuk pembelian perangkat CPE (Customer Premises Equipment) untuk pelanggan baru dan maintenance," tutur saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (5/5/2020).


Pada periode 3 bulan pertama semenjak berlakunya kebijakan bekerja dari rumah dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pertengahan Maret oleh sejumlah pemerintah daerah, kebijakan itu juga turut mendongkrak penambahan jumlah pelanggan baru First Media.

Perusahaan mencatatkan penambahan pelanggan baru sebanyak 31.757 pelanggan pada kuartal pertama tahun ini, sehingga total pelanggan secara keseluruhan menjadi 699.962 pelanggan.

Hal ini juga tidak terlepas dari paket bekerja dan belajar dari rumah yang disiapkan perseroan yang mendorong pertumbuhan pelanggan di kuartal I-2020.

Sebagai informasi, kontribusi pendapatan di segmen residensial masih mendominasi, sebesar 85%. Sedangkan, dari segmen enterprise, memberikan kontribusi 15%.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/5/2020), manajemen First Media, sebagai pemegang saham Link Net, menyebutkan belum disepakatinya perpanjangan perjanjian definitif sebagai kelanjutan kesepakatan (term sheet) antara First Media dengan MNC Vision.

"[Namun] sampai dengan batas berakhirnya jangka waktu
term sheetyang telah disepakati antara para pihak, belum tercapainya kesepakatan lebih lanjut atas perjanjian definitif maupun penyesuaian jangka waktu term sheet," kata Sekretaris Perusahaan First Media Harianda Noerlan, dalam suratnya di BEI, dikutip CNBC Indonesia, Senin (4/5/2020).

Mengacu laporan keuangan LINK per September 2019, pemegang saham LINK terbesar adalah Asia Link Dewa Pte LTd sebesar 35,72% (1,02 miliar saham) disusul oleh First Media sebesar 28,04% (789,97 juta saham).

Kemudian juga ada UBS AG LDN dengan total kepemilikan 6,5% (185,34 juta saham) dan sisanya sebesar 29,74% (847,57 juta saham) dipegang publik.



[Gambas:Video CNBC]





(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading