Belum Sepakat, Akuisisi MNC Atas Link Net Berpotensi Kandas!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
04 May 2020 13:35
FILE PHOTO: Indonesian billionaire Hary Tanoesoedibjo speaks on

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana emiten Grup MNC yang dikendalikan taipan Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) mengakuisisi emiten layanan TV berbayar milik Grup Lippo, PT Link Net Tbk (LINK) yang ditargetkan rampung dalam 6 bulan sejak Desember 2019 ternyata hingga kini belum disepakati.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin ini (4/5/2020), manajemen PT First Media Tbk (KBLV), sebagai pemegang saham Link Net, menyebutkan belum disepakatinya perpanjangan perjanjian definitif sebagai kelanjutan kesepakatan (term sheet) antara First Media dengan MNC Vision sehubungan dengan rencana akuisisi dan berakhirnya jangka waktu term sheet.

Sekretaris Perusahaan First Media Harianda Noerlan mengatakan pihaknya menindaklanjuti penandatanganan term sheet tersebut antara perseroan dengan MNC Vision Networks dan sepakat untuk segera membahas dan menandatangani perjanjian definitif.

"[Namun] sampai dengan batas berakhirnya jangka waktu term sheet yang telah disepakati antara para pihak, belum tercapainya kesepakatan lebih lanjut atas perjanjian definitif maupun penyesuaian jangka waktu term sheet," katanya, dalam suratnya di BEI, dikutip CNBC Indonesia, Senin (4/5/2020).



Sebelumnya, perjanjian akuisisi ini disampaikan pada Desember tahun lalu dan disebutkan berlaku 6 bulan. Dalam keterangan saat itu, Head of Investor Relations LINK Joel Ellis, mengatakan sebelumnya IPTV memang telah menandatangani persyaratan tidak mengikat bersama First Media dan Asia Link Dewa Pte mengenai rencana penjajakan akuisisi saham mayoritas Link Net.

Joel menambahkan, keberhasilan aksi korporasi ini akan tunduk pada hasil uji tuntas (due diligence), pemenuhan kondisi tertentu lainnya, pembiayaan dan penandatanganan perjanjian definitif yang akan disepakati bersama.

"Para pihak akan bertujuan untuk mencapai hasil dalam kurun waktu 6 bulan," kata Joel Ellis, Rabu (4/12/2019).

Rencana akuisisi ini juga dibenarkan Direktur Utama IPTV Ade Tjendra, dalam pengumuman di BEI, Senin (2/12/2019). "Perseroan sudah menekan term sheet untuk menjajaki akuisisi mayoritas saham Link dari First Media dan Asia Link," ujarnya.

Mengacu laporan keuangan LINK per September 2019, pemegang saham LINK terbesar adalah Asia Link Dewa Pte LTd sebesar 35,72% (1,02 miliar saham) disusul oleh First Media sebesar 28,04% (789,97 juta saham).

Kemudian juga ada UBS AG LDN dengan total kepemilikan 6,5% (185,34 juta saham) dan sisanya sebesar 29,74% (847,57 juta saham) dipegang publik.

Jika mengacu pada porsi kepemilikan tersebut, IPTV mencaplok bagian saham milik KBLV dan Asia Link Dewa, maka jumlah saham LINK yang akan diambil alih IPTV mencapai 63,75% atau setara 1,82 miliar saham.

Kemudian, dengan asumsi harga saham rata-rata LINK adalah Rp 4.220/saham pada Desember 2019, maka jumlah dana investasi yang digelontorkan IPTV diperkirakan mencapai Rp 7,67 triliun. Sementara jika memakai harga rata-rata Senin ini (4/5/2020), saat harga saham LINK ambles ke Rp 2.675/saham, maka nilai akuisisi berpotensi Rp 4,87 triliun.

[Gambas:Video CNBC]





(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading