Harga Ayam Anjlok, Saham Emiten Poultry kok 'Berpesta'?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
28 April 2020 11:23
Pekerja memasukkan ayam hasil peternakan di Kawasan Kali Baru, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018). Harga ayam potong ditingkat peternak kisaran harga Rp22 ribu- Rp24 ribu per ekor. meski jelang imlek harga ayam potong normal dan permintaan dari pasaran tengkulak juga standar. menurut para pekerja tengkulak ayam justru jelang lebaran dan tahun baru permintaan ayam meningkat. peternakan ayam dikawasan tersebut dapat menghasilkan 2000-3000 ayam potong sehari. Dan ayam tersebut di bawa ke pasar-pasar di daerah kawasan Depok, Cibinong hiingga pasar minggu.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten-emiten unggas alias poultry di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2020). Penguatan dipimpin oleh PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) yang sahamnya menguat hampir 5% pada sesi I perdagangan Selasa ini.

Berdasarkan data BEI, jelang penutupan sesi I, pukul 10.58 WIB, harga saham MAIN naik 4,59% di level Rp 570/saham dengan nilai transaksi Rp 6 miliar dan volume perdagangan 10,66 juta saham. Saham MAIN terus menguat sepekan ini sebesar 12,87% dan sebulan terakhir naik 42%.

Saham PT Charoend Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga 2,91% di level Rp 4.240/saham. Nilai transaksi sebesar Rp 23,09 miliar dengan volume perdagangan 5,48 juta saham. Sepekan saham CPIN naik 7,61% dan sebulan minus 7,42%.

Berikutnya saham PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) menguat tipis 0,54% di level Rp 925/saham dengan nilai transaksi Rp 10,53 miliar dan volume perdagangan 11,40 juta saham. Sepekan saham JPFA menguat 6,9% dan sebulan terakhir turun 1,60%.


Adapun saham emiten pakan ternak lainnya yakni PT Sierad Produce Tbk (SIPD) stagnan di level Rp 1.025/saham. Sepekan saham ini naik 3,54% dan sebulan terakhir melesat 33%.

Mengacu data Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), harga ayam hidup (live bird) di peternak Jawa Barat (Jabar) masih anjlok. Harganya masih berada di level Rp 9.500-10.000/kg karena stok yang melimpah bahkan lebih dari 500.000 ekor. Padahal, menurut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2020, harga ayam di tingkat peternak seharusnya berada di level Rp 19.000-21.000/kg.

"Harga di tingkat peternak untuk ayam ukuran besar di Jabar penawaran Rp 9.500-10.000/ekor," kata Sekjen GOPAN Sugeng Wahyudi, dikutip Detiknews, Selasa (28/4/2020).

Selain itu, harga produksinya masih mencapai Rp 16.000. Meski turun dibandingkan pekan lalu, peternak masih menanggung kerugian dengan harga jual tersebut.

"Biaya produksi saat ini Rp 16.000, turun jika dibandingkan seminggu lalu. Karena sebagian peternak ada yang mendapatkan harga Day Old Chick (DOC) di bawah Rp 5.000/ekor," terang Sugeng.

Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko menuturkan, tak hanya harga ayam hidup di tingkat peternak Jabar yang masih anjlok. Namun, harga di DKI Jakarta, dan Banten juga jauh di bawah biaya produksi.


"Yang harus diserap sekarang daerah Jabar, Jakarta, Tangerang. Harga belum bergerak naik di daerah sana," urai Singgih kepada Detiknews.

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah maupun perusahaan besar segera menyerap ayam dari peternak agar kelebihan stok bisa diatasi, dan harga kunjung membaik. "Minimal menyerap 500.000 ekor supaya stabil," pungkasnya.

Di sisi lain, melansir situs Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga daging ayam ras segar, secara rata-rata pada Selasa ini naik Rp 700 atau 2,56% menjadi Rp 29.150/kg, sementara khusus di Jawa Barat, harganya di level Rp 28.400/kg, dan harga tertinggi yakni di Papua Rp 38.050/kg.


[Gambas:Video CNBC]




(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading