Bisnis Jalan Tol Masih Tangguh di Q1-2020, tapi Was-was di Q2

Market - Ayos Carlos, CNBC Indonesia
28 April 2020 10:21
Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated II atau Tol Layang Japek (Ist Jasamarga)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Covid-19) yang menghantam hampir semua sektor bisnis di Tanah Air dianggap belum sepenuhnya mempengaruhi kinerja bisnis di sektor jalan tol selama kuartal I-2020.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono mengatakan walaupun ATI belum memiliki laporan komprehensif terkait kinerja jalan tol di kuartal 1 atau periode Januari hingga Maret lalu, secara garis besar kinerja sektor jalan tol di kuartal ini masih sesuai dengan rencana kerja yang disusun para pelaku bisnis di awal.

Beberapa tol yang masih dalam tahap konstruksi, kata dia, menunjukkan progres yang menggembirakan. Misalnya ruas Manado-Bitung (Sulawesi Utara), Tol Trans Sumatera segmen Pekanbaru-Dumai dan segmen Kayu Agung-Palembang-Betung.


Kemudian ada ruas Tol Pandaan-Malang (Jawa Timur), ruas Depok-Antasari (Jakarta), ruas Cimanggis-Cibitung (Jawa Barat), ruas Balikpapan-Samarinda (Kalimantan), ruas Cisundawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), Ruas Legundi-Bunder (Sidoarjo, Jawa Timur), serta ruas Sigli-Aceh.


Demikian juga, beberapa proyek inisiasi baru sudah mulai diintroduksi oleh pemerintah, seperti ruas Jogja-Solo, ruas Bawen-Jogja, ruas Bogor-Serpong, ruas Cikunir-Karawaci, ruas Kamal-Teluk Naga (Banten), dan sebagainya.

"Hal sama di sisi kinerja jalan tol yang sudah beroperasi. Laporan jumlah lalu lintas dan pendapatan tol masih sesuai dengan rencana awal. Dampak Covid-19, baru mulai terasa di beberapa ruas di area Metro Jakarta, itu pun baru di minggu-minggu akhir bulan Maret," kata Krist kepada CNBC Indonesia, Senin (27/04/2020).

Dengan demikian, harusnya performa sektor jalan tol di kuartal pertama 2020 masih terjaga sesuai dengan rencana bisnis awal. Dampak Covid-19, baru akan mulai menggerus kinerja pada kuartal 2-2020.

"Saat ini kita masih terus memantau dampak Covid-19 ke bisnis jalan tol. Terutama setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik Lebaran 2020 yang dimulai tanggal 24 April hingga 31 Mei 2020, setelah sebelumnya menerapkan PSBB [pembatasan sosial berskala besar] di beberapa wilayah, seperti DKI Jakarta dan daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, daerah Surabaya Raya, dan sebagainya."


Dia mengatakan, penerapan kebijakan ini secara umum mengakibatkan penurunan Lalu Lintas Harian (LHR) rata-rata antara 40% sampai dengan 60% di sebagian besar ruas tol jika dibandingkan tahun lalu.

"Penurunan Lalu Lintas Harian ini tentunya akan mempengaruhi total revenue yang bervariasi di setiap Badan Usaha Jalan Tol [BUJT]," katanya.

Sebagai informasi, PT Jasa Marga Tbk (JSMR), emiten BUMN pengelola jalan tol, juga sudah resmi menutup operasional jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated sejak Jumat (24/4/2020). Penutupan tol ini berlaku dua arah baik dari arah Jakarta maupun arah Cikampek guna mencegah pandemi virus corona.

Selain Jasa Marga, operator jalan tol yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di antaranya PT Cinta Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), PT Waskita Karya Tbk (WSKT) lewat anak usahanya Waskita Toll Road, dan Astra Grup Lewat Astra Tol Nusantara.


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading