Efek Covid-19

Work From Home & PSBB, Saham Emiten Telko Ketiban 'Berkah'

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 April 2020 17:33
Telkomsel 4G LTE (dok. Telkomsel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menggeliat semenjak diberlakukannya kebijakan bekerja dari rumah (work from home), belajar dari rumah, dan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di sejumlah wilayah oleh pemerintah daerah.

Katalis ini mendorong tingginya permintaan akses internet yang pada akhirnya mengerek traffic data emiten-emiten telekomunikasi (telco).

Tiga emiten telekomunikasi di BEI, PT Indosat Tbk (ISAT), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel, sama sama mencatatkan kenaikan traffic data mencapai dua digit semenjak periode bekerja dari rumah.

"Indosat mencatatkan kenaikan traffic data 10-15%," kata Turina Farouk, Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, kepada CNBC Indonesia, Rabu (22/4/2020).

Sedangkan XL Axiata dan Telkomsel masing-masing mencatatkan kenaikan layanan broadband 15% dan 18%.


Kebijakan bekerja dari rumah menyebabkan lonjakan yang sangat signifikan terutama pada aplikasi penunjang belajar secara daring, aplikasi penyedia rapat secara virtual, media sosial dan kanal hiburan seperti layanan video berbayar dan layanan video berbagi YouTube.

Mencermati fenomena ini, Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro menilai, setelah pandemi, kebiasaan bekerja dan belajar dari rumah akan menjadi kenormalan baru (new normal) meskipun pandemi virus Corona (Covid-19) berakhir. Teknologi, kata dia menjadi sebuah keniscayaan tanpa lagi membatasi jarak dan waktu.

"Dampak kebijakan pembatasan sosial sudah terasa, sekarang ini segala sesuai yang tadinya dilakukan secara fisik, sekarang menggunakan teknologi, ini akan menjadi kenormalan baru setelah melewati pandemi," ungkap Setyanto, dalam konferensi pers virtual, Selasa (21/4/2020).

Para analis juga turut merekomendasikan saham di sektor ini. Selain karena secara prospek terus tumbuh, pengguna internet dan kebutuhan akan layanan internet cepat, saham di sektor telekomunikasi ini juga menarik untuk dikoleksi.

Menurut Head of Equity Research PT BNI Sekuritas, Kim Kwie Sjamsudin, keunggulan saham ini karena valuasinya juga cukup menarik di antara 45 saham yang masuk dalam daftar indeks paling likuid di bursa atau indeks LQ45.


"Saham yang direkomendasikan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)," kata Kim Kwie, baru-baru ini kepada CNBC Indonesia.

Menutup perdagangan Rabu ini, data BEI mencatat, saham-saham emiten telekomunikasi ditutup menguat signifikan. Saham EXCL menguat 11,30% ke posisi Rp 2.560/saham. Saham ISAT naik 10,76% ke level Rp 2.110/saham. Sedangkan, saham TLKM terpantau menguat 2,93% ke level Rp 3.160/saham.

Sebulan terakhir, saham EXCL melesat 72,39%, ISAT terbang 64,84%, dan TLKM naik 17,91%. Sementara saham emiten telko lainnya seperti PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) sebulan melesat 116%.

Pada Selasa kemarin, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah menegaskan bahwa para operator telekomunikasi di Tanah Air memang berharap ada insentif dari pemerintah agar perusahaan dapat meningkatkan layanan dan kebutuhan internet bagi masyarakat di tengah pandemi virus corona.

"Pada situasi saat ini, di [industri] telco ini kan kita merasa paling jarang diberikan insentif, kita meminta agar bisa melalui fase yang berat ini dengan tetap memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan juga tetap meningkatkan telekomunikasi dengan baik," ucap Ririek, di acara MarkPlus Industry Roundtable, Selasa (21/4/2020).

Ririek juga menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini, nilai yang sudah dikontribusikan oleh para operator seluler kepada masyarakat mencapai Rp 2 triliun. Kontribusi ini berupa paket kuota yang digratiskan untuk akses layanan edukasi di platform digital dan di berbagai lokasi sekolah atau kampus.



(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading