Perusahaan Jepang Caplok 15% Saham Anak Usaha Semen Indonesia

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
22 April 2020 17:00
Para pekerja sedang mengangkut semen (dok. Semen Indonesia)
Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation (TCC) bakal menyuntikkan modal senilai US$ 220 juta ((Rp 3,41 triliun, asumsi kurs Rp 15.500/US$) ke PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)/SBI yang sebelumnya PT Holcim Indonesia.

Suntik modal ini akan dilakukan melalui penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue).

Direktur SBI Agung Winarto mengatakan nantinya perusahaan Jepang ini setidaknya akan memiliki 15% saham di SBI usai transaksi tersebut dilakukan. Perusahaan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang rencananya akan dilaksanakan pada Juli atau Agustus mendatang.


"Kurang lebih 15%, jadi itu nanti ada saham baru yang dikeluarkan SBI yang nanti kurang lebih setara 15% jadi kepemilikan TCC di SBI dan kepemilikan publik dari dari 7,6 miliar akan meningkat," kata Agung kepada CNBC Indonesia, Rabu (22/4/2020).


Agung mengatakan, targetnya aksi korporasi ini akan dirampungkan selambatnya di akhir 2020. Nantinya dana segar dari aksi ini akan digunakan SBI untuk menambah modal kerja perusahaan

Dia mengatakan, dengan masuknya pemegang saham baru ini perusahaan akan mendapatkan pasar penjualan baru untuk semen yang diproduksinya dengan memanfaatkan pasar ekspor yang sudah dimiliki TCC.

"Itu kan perusahaan terkemuka, selain semen dan sustainability, mereka hebat dalam pengembangan daur ulang dan juga green company. Kita memiliki value sama dengan mereka," terang dia.

Adapun pelaksanaan rights issue ini nantinya juga akan meningkatkan kepemilikan saham publik di perusahaan. Saat ini pemegang saham perusahaan terdiri dari PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sebesar 98,30% dan publik 1,69%.

[Gambas:Video CNBC]




(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading