Terungkap! Ini Faktor Laba Bank Mega Bisa Melesat 38,4%

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
22 April 2020 12:04
Public Expose Bank Mega 2020. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank Mega Tbk (MEGA) berhasil meraih laba bersih senilai Rp 669,39 miliar di kuartal I-2020, melesat 38,4% dibandingkan kuartal I-2019 senilai Rp 483,67 miliar.

Di tengah ancaman Corona yang telah menginfeksi global sejak awal tahun, Bank Mega berhasil menyeimbangkan dua pendapatan yang penting bank perbankan, yakni Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dan pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI).


Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan hari ini, NII di kuartal I-2020 tercatat Rp 989,14 miliar, naik 9,7% dibandingkan Maret 2019 senilai Rp 901,37 miliar. Sementara itu, FBI melesat 21% menjadi Rp 723 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 599 miliar.

Bank yang menjadi bagian dari CT Corp ini mencatatkan pertumbuhan kredit 23,15% menjadi Rp 53,67 triliun pada Maret 2020, dibandingkan Maret 2019 senilai Rp 43,57 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) pada Maret 2020 tercatat melesat 29% menjadi Rp 76,06 triliun, dibandingkan periode yang sama 2019 senilai Rp 58,96 triliun.

Meski kredit tumbuh tinggi, Bank Mega konsisten menjaga loan to deposit ratio (LDR) di kisaran 67,48%, lebih rendah dibandingkan Maret 2019 di level 71,31%. Selain itu, NPL gross bank BUKU 3 ini juga terjaga di level 1,55%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu 1,75%. Sementara Return of Aseet (ROA) tercatat naik menjadi 3,29%, dan Return of Equity (ROE) 17,57%.

Seluruh kinerja ini membuat Bank Mega berhasil meraih total aset Rp 99,26 triliun, naik 18,2% dibandingkan Maret 2019 dengan aset senilai Rp 83,97 triliun.


Sebelumnya, Bank Mega juga menebar dividen senilai Rp 1 triliun, atau 50% dari laba bersih 2019 sebesar Rp 2 triliun. Jumlah dividen yang dibagikan ini menjadi nilai terbesar sepanjang sejarah Bank Mega.

Bank Mega menjadi salah satu dari sedikit bank yang sudah mempublikasikan kinerja kuartal I-2020. Sebagian bank memilih untuk menunda publikasi laporan keuangan kuartal I, setelah mendapatkan pelonggaran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

[Gambas:Video CNBC]





(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading