Diskon Gede! Deretan Saham LQ45 Ini Layak Diburu

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 April 2020 16:45
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Covid-19) menjadi sentimen negatif yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjerembab hingga 26,60% sejak awal tahun hingga saat ini.

Tapi situasi ini justru dinilai menjadi pilihan yang menarik bagi investor untuk masuk ke saham-saham berkapitalisasi pasar besar, terutama yang masuk dalam indeks LQ45.

Mengacu data BEI, sejak awal tahun ini, indeks LQ45 sudah terdiskon 31,64%. Sederhananya, indeks ini merangkum 45 saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia dan memiliki fundamental baik.

Head of Equity Research PT BNI Sekuritas, Kim Kwie Sjamsudin menjelaskan, dengan valuasi saat ini, berinvestasi di saham-saham anggota indeks LQ45 bisa menjadi pilihan yang tepat, terutama untuk investasi jangka panjang.


"Untuk long term investor, valuasi saat ini masih sangat menarik. Tapi, perlu disiplin untuk investasi di saat market masih volatil seperti sekarang," kata Kim kepada CNBC Indonesia, Selasa (14/4/2020).

Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain emiten telekomunikasi BUMN PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan emiten produsen Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Sektor telekomunikasi dan konsumer masih akan memiliki prospek pertumbuhan bisnis baik seiring terus bertumbuhnya pengguna internet di Indonesia ke depan dan sektor konsumer yang terbilang tahan banting alias defensif.

Saham TLKM sejak awal tahun hingga Selasa ini (14/4/2020) terpantau terkoreksi 18,39% ke posisi Rp 3.240/saham Sedangkan saham UNVR dan ICBP sejak awal tahun juga masih melemah masing-masing 14,88% ke level Rp 7.150/saham dan 7,17% ke posisi Rp 10.350/saham.

Kepala Riset PT Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy menuturkan hal senada. Dari 45 anggota indeks LQ45, ada tiga saham yang direkomendasikan yakni emiten bank berkapitalisasi pasar terbesar di BEI, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) selain saham Telkom dan ICBP.


"Dengan situasi indeks LQ45 yang terdiskon cukup besar sejak awal tahun, masuk ke saham blue chips sekarang jadi waktu yang tepat," katanya.

Mengacu data BEI, semua saham indeks LQ45 terkoreksi secara year to date. Namun saham LQ45 dengan koreksi terendah pada periode itu yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) minus 1,24%, ICBP 7,17%, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) minus 9,72%.

Adapun saham dengan penguatan terbesar di indeks ini dalam sebulan terakhir yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melesat 50,38%, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 31,41%, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik 30,12%.



[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading