Pekan Lalu 5 Saham LQ45 Ini Cuan Gede, Hari Ini Gimana?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
21 September 2020 06:40
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/1/2018). Pasca ambruknya koridor lantai 1 di Tower 2 Gedung BEI kemarin (15/1/2018), hari ini aktifitas perdagangan saham kembali berjalan normal

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan lalu menguat sebesar 0,85% menjadi 5.059,22 jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan sebelumnya di level 5.016,712.

Pada Jumat (18/9/2020), IHSG ditutup naik 0,41% di posisi 5.059 dengan nilai transaksi Rp 9,78 triliun dengan total volume perdagangan 12,52 miliar saham.

Data perdagangan menunjukkan, ada 253 saham menguat, 166 saham ambles dan sisanya 171 saham stagnan, dengan catatan net sell asing Rp 999,09 miliar di semua pasar. Dalam sepekan terakhir asing keluar Rp 3,84 triliun.


Dengan penguatan tipis IHSG sepekan tersebut, saham-saham di Indeks LQ45 juga mencatatkan penguatan meski tak sebesar saham di luar indeks acuan tersebut.

LQ45 adalah kumpulan indeks yang berisi 45 saham unggulan yang likuiditasnya tinggi dan berfundamental baik, biasanya menjadi acuan dari perusahaan fund manager dan investasi dana pensiun (dapen).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan terakhir di Jumat lalu, saham LQ45 yang paling menguat sehari yakni PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sebesar 6,8% di level Rp 11.600/saham.

Sementara saham LQ45 yang paling ambles dalam sehari yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan koreksi 2,17% di posisi Rp 28.150/saham.

Namun, secara mingguan, mari melihat lima saham dengan penguatan paling tinggi.

5 Top Gainer di LQ45 Sepekan (14-18 Sept)

1. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Saham BSDE ditutup naik 2,67% di level Rp 770/saham sehingga dalam sepekan saham emiten properti Grup Sinarmas ini melesat paling tinggi yakni 12,41%. Sebulan terakhir saham BSDE naik 4,05%.

Penguatan saham ini terjadi di tengah sentimen positif anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang akan ditempatkan pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik yang subsidi maupun non-subsidi. Selain itu ada katalis positif kerja sama BSDE dengan Grup Temasek dan Mitsubishi. BSDE sudah memulai kerja sama proyek pembangunan area terpadu atau TOD (transit-oriented development) berkonsep smart di BSD City, Tangerang dengan Mitbana Pte. Ltd. (Mitbana), perusahaan patungan Mitsubishi dan Surbana Jurong (Temasek).

2. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

Saham emiten pengelola Gandaria City dan Kota Kasablanca ini ditutup naik 2,13% di posisi Rp 384/saham, sehingga sepekan saham ini naik 9,71%.

Sebulan terakhir saham PWON minus 6,8%. Sentimen bagi sektor properti ialah penyaluran dana PEN yang ditempatkan pada pemberian KPR subsidi dan non-subsidi. Tim Riset CNBC Indonesia menilai tentu ini akan mampu kembali menggeliatkan kredit properti yang akan berpotensi menggenjot penjualan properti yang akhir-akhir ini sedang lesu.

3. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

Saham emiten semen ini naik sebesar 6,8% di level Rp 11.600/saham pada Jumat lalu, membuat penguatan sepekan menjadi 9,43%. Sebulan terakhir saham INTP minus 1,69%.

Produsen semen Tiga Roda ini sahamnya dipegang oleh Birchwood Omnia Limited yang 100% dimiliki oleh HeidelbergCement Group, Jerman. INTP sebelumnya membagikan dividen tunai kepada pemegang saham senilai Rp 1,83 triliun atau 100% dari total laba bersih yang dibukukan tahun 2019.

4. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)

Saham emiten kertas milik Sinarmas ini ditutup naik 3,69% di posisi Rp 9.125/saham sehingga dalam sepekan saham ini naik 7,67%. Sebulan terakhir saham INKP minus 3,95%.

Satu sentimen positif saham INKP yakni langkah pemerintah yang akan memberikan insentif pajak bagi industri media cetak yang terdampak pandemi Covid-19. Insentifnya yakni pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) atas impor kertas koran dan kertas majalah. Tak hanya INKP, saham 'saudaranya' yakni TKIM (PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk) juga naik 2,80% di level Rp 6/425/saham, sehingga sepekan naik 4,47%. TKIM juga masuk LQ45 tapi penguatan sepekan tak masuk 5 besar.

5. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Saham emiten pakan ternak dan poultry ini ditutup naik 5,39% di level Rp 6.350/saham sehingga sepekan saham ini naik 7,67%. Sebulan terakhir saham CPIN naik 2,01%.

RUPST CPIN pada 25 Agustus lalu juga menyetujui pembagian dividen tunai ke pemegang saham sebesar Rp 1,32 triliun. Jumlah dividen tersebut setara 36,54% dari laba bersih tahun 2019 yang mencapai Rp 3,63 triliun. Dengan demikian, setiap satu saham berhak mendapatkan dividen sebesar Rp 81/saham.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading