Roundup Sepekan

Saham Grup Bakrie Unjuk Gigi, Sepekan Cuan Gede Nih!

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
19 September 2020 18:40
Presiden Joko Widodo resmi menutup perdagangan bursa tahun 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (29/12/2017). Perdagangan bursa ditutup menguat pada angka 6,355

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mingguan menguat sebesar 0,85% jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu di level 5.016,712. Berikut ini saham-saham yang berada di ujung ombak kenaikannya.

Menurut data RTI, saham yang menguat tertinggi dan masuk ke dalam jajaran top gainer adalah saham PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) yang sahamnya meroket 76,2% dalam sepekan ke Rp 296 per saham.

Saham Grup Bakrie PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) lompat 25% dan berada di level Rp 65 per saham. Tiga saham top gainer selanjutnya adalah emiten properti yang mendapat dua sentimen positif.


Saham Sky Energy menguat sepekan ini menyusul rencana perseroan menambah modal lewat hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issues. Perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan ini menargetkan tambahan modal Rp 99,59 miliar.

Umumnya, rights issue menjadi sarana pemegang saham perseroan untuk menggandeng investor strategis yang akan menjadi pembeli siaga dan ikut memiliki saham perusahaan. Namun hingga kini, perseroan belum menjelaskan soal kemungkinan adanya pembeli siaga.

Sementara itu, saham BRMS menguat di tengah proses penyelesaian utang dengan sejumlah kreditor, termasuk mengonversi utang dari Wexler Capital menjadi saham. Penyelesaian utang akan meringankan beban keuangan perseroan. Per semester I-2020 laba bersih BRMS naik hampir 4% secara tahunan, menjadi US$ 969.707.

Prospek saham BRMS sebagai produsen emas kian menarik di tengah tren penguatan harga logam mulia tersebut. Harga emas dunia naik 0,42% atau US$ 8,2 per troy ons sepekan ini ke US$ 1.949,7 (Rp 28,92 juta per troy ons, atau setara Rp 930.063/gram).

Sementara itu, saham sektor properti menguat setelah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berencana mengajukan program penempatan dana negara tahap kedua kepada Kementerian Keuangan, senilai Rp 30 triliun untuk digulirkan ke sektor properti pada kuartal IV-2020.

Selain itu, emiten pengembang mall juga mendapat sentimen positif dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta yang mengizinkan mall beroperasi tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading