Minat Melantai di Bursa Tak Reda Karena Corona, Kenapa?

Market - Haryanto, CNBC Indonesia
14 April 2020 10:36
Bursa efek Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan ada 25 perusahaan tercatat di pipeline mengajukan rencana untuk mencatatkan saham di lantai bursa meskipun ada wabah pandemi virus corona (Covid-19).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan jumlah tersebut bisa lebih banyak karena ada beberapa perusahaan yang menunda proses penawaran umum saham perdana (intial public offering/IPO) karena pendemi virus corona.

"Ada beberapa IPO yang mundur atau ditunda karena kesulitan saat ini, jika ingin melakukan penjualan di luar negeri dan dengan adanya pembatasan transportasi dan lockdown menyulitkan mereka untuk melakukan marketing di mana banyak IPO yang membutuhkan penjualan di luar negeri," kata Laksono, di Jakarta, Senin (13/4/2020).


Dalam pelaksanaan IPO, biasanya perusahaan melakukan roadshow ke beberapa negara yang menjadi basis investor saham-saham yang tercatat di BEI. Namun wabah Covid-19 membuat sejumlah negara melakukan penutupan akses wilayah guna mencegah penyebaran wabah tersebut.

Selain itu Laksono juga menjelaskan ada sekitar 26 perusahaan yang menyatakan akan melakukan buyback. Namun sampai saat ini sejumlah perusahaan tersebut masih melakukan wait and see karena masih menunggu perkembangan pasar saham lebih lanjut.

Minat perusahaan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia tetap tinggi kendati harus menghadapi badai pandemi COVID-19 yang mengguncang pasar keuangan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya mengatakan tetap tingginya minat IPO karena hal tersebut merupakan jalan bagi calon emiten yang membutuhkan dana untuk mengembangkan usaha mereka.

Selain itu, tambah Nyoman, adanya dukungan kebijakan Otoritas Pasar Modal yang memberikan relaksasi jangka waktu umur Laporan Keuangan & Laporan Penilai dalam rangka Penawaran Umum selama 2 bulan juga membuat para calon emiten tetap optimistis.

"Tidak kalah pentingnya juga adalah adanya support dari investor pasar modal untuk berpartisipasi di perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana," ujar Nyoman, Rabu (8/4/2020)

Lebih lanjut Nyoman mengatakan di tengah kondisi makro yang sangat dinamis seperti saat ini, perlu disyukuri bahwa minat perusahaan untuk melantai di bursa masih tinggi.

"Berdasarkan Ernst & Young Global Report, Indonesia menempati posisi tertinggi dari jumlah yang melakukan IPO di ASEAN sampai dengan saat ini," imbuhnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Di RI Ada 25.919 Perusahaan Asing, BKPM: Dorong 2% untuk IPO


(har/har)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading