Efek Corona

Top! 4 Saham Farmasi Cuan Terus, Ada yang Hampir 100% Nih

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
31 March 2020 10:25
Saham-saham emiten farmasi melonjak pada perdagangan Selasa ini. Foto: Masker (AP/Brian Powers)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saham-saham emiten farmasi melonjak pada perdagangan Selasa ini (31/3/2020) di tengah kecenderungan masyarakat membeli produk kesehatan saat Indonesia tengah melawan wabah virus corona (COVID-19).

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pada pukul 10.00 WIB, IHSG naik 2,51% di level 4.524,48 dengan nilai transaksi harian Rp 2,21 triliun.

Mengacu data BEI, saham-saham emiten farmasi juga melonjak bahkan sejak sebulan terakhir terus mencatatkan penguatan. Berikut empat saham dengan penguatan signifikan hari ini.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
Saham produsen Tolak Angin ini melesat 11,96% di level Rp 1.170/saham. Sepekan terakhir saham SIDO menguat 23,16% tapi sebulan terakhir masih minus 1,68%

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Saham emiten farmasi swasta ini melesat 11% di level Rp 1.155/saham. Sepekan terakhir saham Kalbe menguat 27% kendati sebulan terakhir sahamnya masih terjerembab 3,35%.

PT Kimia Farma Tbk (KAEF)
Saham KAEF melesat 10,73% di level Rp 1.290/saham. Sepekan saham KAEF meroket 55,09% dan sebulan terakhir terbang 95%.

PT Indofarma Tbk (INAF)
Saham INAF melesat 9,74% di level Rp 1.070/saham. Sepekan terakhir saham emiten BUMN farmasi ini juga menguat 52% dan sebulan terakhir terbang 100%. Baik Kimia Farma maupun Indofarma adalah anak usaha dari holding BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero).


Saham-saham emiten farmasi terdongkrak kecenderungan masyarakat memborong produk kesehatan. Berdasarkan data riset Nielsen, perilaku belanja konsumen akibat pandemi COVID1-9 mengalami pergeseran.

Akibat wabah, permintaan terhadap barang-barang kesehatan dan kebutuhan pokok melonjak tinggi. Dalam risetnya, Nielsen mengidentifikasi ada beberapa tahapan perilaku konsumen dalam merespons merebaknya wabah yang diyakini berasal dari Wuhan ini.

Saat mulai ada laporan infeksi COVID-19 di suatu daerah, maka konsumen merespons dengan adanya peningkatan kesadaran akan kebutuhan berbagai produk kesehatan.

Kemudian, saat ada transmisi lokal dan ada laporan kematian, konsumen mulai memprioritaskan pembelian produk-produk perlindungan diri seperti masker.

Jika masuk ke fase saat transmisi virus secara lokal dan terjadi peningkatan jumlah kasus kematian, maka masyarakat biasanya merespons dengan mulai meningkatkan stok bahan makanan dan produk kesehatan. Hal ini menyebabkan peningkatan volume pembelian barang-barang tersebut dan melonjaknya kunjungan ke toko-toko ritel yang menyediakan produk tersebut.

Sebagai informasi, Pemerintah RI kembali mencatat kenaikan kasus pasien positif corona. Per Senin (30/3/2020) pukul 12.00 WIB, ada tambahan 129 pasien sehingga total kasus menjadi 1.414 positif corona.

Jumlah kasus pasien yang meninggal mencapai 122 orang atau bertambah 8 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Sementara itu yang mengalami kesembuhan mencapai 75 orang atau bertambah 11 orang.

[Gambas:Video CNBC]




Artikel Selanjutnya

IHSG Memerah, Saham Kimia Farma 'Ngamuk' Gegara Corona


(tas/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading