IHSG Memerah, Saham Kimia Farma 'Ngamuk' Gegara Corona

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
05 March 2020 17:16
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya 'menyerah' dan terkoreksi 0,21%.

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya 'menyerah' dan terkoreksi 0,21% di level 5.638,13 dengan nilai transaksi Rp 7,04 triliun dengan catatan beli bersih asing di pasar reguler Rp 297,70 miliar pada penutupan perdagangan Kamis ini (5/3/2020).

Data BEI mencatat, pada penutupan sore ini, terdapat beberapa saham yang justru mencatatkan penguatan signifikan, salah satunya yakni emiten farmasi BUMN PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

Penguatan saham KAEF terjadi di tengah upaya pemerintah, BUMN, dan swasta menangkal virus corona (COVID-19) yang masuk ke Indonesia.


Saham KAEF sempat meroket 24,84% di level Rp 930/saham pada sesi II, sebelum akhirnya ditutup naik 22,82% di level Rp 915/saham. Dalam sepekan terakhir, saham BUMN yang masuk holding BUMN farmasi ini melesat 42%.

Nilai transaksi saham KAEF sebesar Rp 36,12 miliar dengan volume perdagangan 41,65 juta saham.

Selain KAEF, saham PT Indofarma Tbk (INAF) juga terbang 20,14% di level Rp 865/saham sebelum akhirnya ditutup naik 13,19% di level Rp 815.saham. Saham INAF sepekan terakhir melesat 55%. INAF juga masuk holding BUMN farmasi di bawah PT Bio Farma (Persero).

Adapun saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 4,31% di level Rp 1.330/saham. Sepekan, saham KLBF ini naik 6,4%.


Selain saham farmasi, top gainers pada hari ini dipimpin oleh PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) yang melesat 25% di level Rp 160/saham dan PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) juga 'terbang' 24,51% di level Rp 254/saham.

Sebelumnya Kimia Farma menyatakan telah melakukan penyediaan obat-obatan untuk menanggulangi penyebaran virus corona sesuai dengan anjuran dari Kementerian Kesehatan.

Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan perusahaan telah menyampaikan data mengenai seluruh persediaan obat-obatan yang dimiliki perusahaan. Seluruh data yang stok obat seluruh industri farmasi dan alat kesehatan di Indonesia sudah dikantongi kementerian terkait.

"Sesuai dengan direction Kementerian Kesehatan, bahwa perihal pemberitaan tentang corona melalui Kementerian Kesehatan. Kementerian Kesehatan sudah memiliki data perihal stok obat seluruh industri farmasi dan alat kesehatan," kata Verdi kepada CNBC Indonesia, Selasa (3/3/2020).



Sementara itu, induk usaha Kimia Farma yakni Bio Farma menyatakan telah mempersiapkan diri untuk memproduksi vaksin corona. Hingga saat ini Bio Farma masih terus berkoordinasi dengan Coalition for Epidemic Preparedness Initiative (CEPI) dan Lembaga Eijkman untuk produksi vaksin ini.

Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir mengatakan koordinasi dengan lembaga dalam dan luar negeri terus dilakukan oleh produsen farmasi pelat merah ini.

"Kita terus koordinasi dengan beberapa lembaga penelitian dalam dan luar negeri terkait vaksin Covid-19 ini. Antara lain dengan CEPI, mereka sudah punya platformnya dan Bio Farma menjajaki untuk pembuatan skala lab vaksinnya. Dengan Lembaga Eijkman juga lagi berproses untuk inisiatif yang sama yaitu menemukan vaksin corona," kata Honesti kepada CNBC Indonesia, Selasa (3/3/2020).

[Gambas:Video CNBC]




(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading