Newsletter

Pertanyaan Pasar Hari Ini: Seperti Apa Lockdown A La RI

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
30 March 2020 06:11
Pelaku pasar pada pekan ini bakal kembali melihat sejauh mana strategi penanganan COVID-19 bakal menjanjikan hasil yang lebih baik.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku pasar pada pekan ini bakal kembali melihat sejauh mana strategi penanganan COVID-19 bakal menjanjikan hasil yang lebih baik dengan efek yang positif terhadap perekonomian dan bisnis. Simulasi karantina wilayah (lockdown) Ibu Kota sudah dijalankan. Siapkah kita?

Sepanjang pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan kinerja yang menggembirakan, karena menguat 10,72%, yang merupakan reli mingguan terbesar dalam 21 tahun terakhir atau sejak 8 Juni 1999, berdasarkan data Refinitiv.

Indeks acuan bursa nasional itu sempat mencatat kinerja buruk pada awal pekan akibat krisis COVID-19 yang terus menyebar dan memicu kekhawatiran resesi dunia, yang pada akhirnya bakal memukul ekonomi Indonesia juga.





Di Indonesia hingga saat ini sudah ada 1.155 kasus positif COVID-19 dengan 102 pasien meninggal dunia, dan 59 orang yang sembuh. Perkembangan ini semakin memicu spekulasi bahwa Indonesia bakal segera mengikuti pemerintah lain yang melakukan karantina wilayah (lockdown).

 

Karantina wilayah berujung pada pelarangan aktivitas masyarakat dan operasi usaha (full lockdown) bakal memukul perekonomian karena bisnis terhenti. Namun, karantina wilayah yang hanya diikuti pembatasan aktivitas masyarakat dan operasi usaha (partial lockdown) juga bakal membuat bisnis melesu, meski tidak sampai berhenti total.

Pada perdagangan Senin (23/3/2020) perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) harus dihentikan sementara selama 30 menit (trading halt) setelah ambles 5,01% sekitar 70 menit sebelum penutupan perdagangan.

Performa buruk IHSG kembali berlanjut pada perdagangan Selasa bahkan ketika bursa saham Asia lainnya menghijau. IHSG melemah sendirian hingga terlempar balik ke level terlemah sejak Agustus 2013.

Namun setelah libur sehari pada Rabu untuk memeringati Hari Raya Nyepi, IHSG langsung terbang tinggi hingga mencapai 11% pada perdagangan Kamis. Kenaikan itu terjadi merespons rencana stimulus pemerintah Amerika Serikat (AS) senilai US$ 2 triliun untuk tetap membuat mesin ekonomi terbesar di dunia itu terus berputar.

[Gambas:Video CNBC]



Koreksi Wall Street yang Lalu Sudah Bottom Atau Belum?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading