Digoyang Jiwasraya, Bisnis Asuransi Jiwa Masih Prospekkah?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
11 March 2020 17:12
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menegaskan industri asuransi jiwa Tanah Air mendapatkan tekanan cukup besar.
Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menegaskan industri asuransi jiwa Tanah Air mendapatkan tekanan cukup besar pada tahun ini seiring dengan kondisi investasi pascamenyeruaknya kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan mewabahnya virus corona secara global termasuk Indonesia.

Ketua AAJI Budi Tampubolon mengatakan dampak kasus Jiwasraya memang terasa pada Januari. Namun secara umum, sebagai perbandingan, bisnis asuransi jiwa saat ini masih bertumbuh baik bisnis baru maupun renewal.

"Kenapa kami memandang positif saja, masyarakat kita semakin dewasa, menyadari perlunya asuransi, layanan dari setiap asuransi jiwa membaik, kegiatan-kegiatan financial literacy, education, inclusion berjalan. Ini yang membantu pertumbuhan di 2019," katanya dalam konferensi pers kinerja AAJI, di Jakarta, Rabu (11/3/2020).



Dia mengatakan pada tahun ini, pertumbuhan bisnis akan berlanjut kendati di tengah tantangan saat ini.

"Kita lihat sama-sama, tapi tidak perlu kami sampaikan, awal tahun ini betul-betul awal tahun yang penuh tantangan, skalanya bukan hanya Indonesia, tapi global yang perlu dicermati sungguh-sungguh," katanya.

Edy Tuhurman, Ketua Bidang Keuangan, Pajak dan Investasi AAJI, mengatakan secara jangka pendek, isu-isu di pasar keuangan saat ini memang sangat berpengaruh. Hanya saja, secara jangka panjang, dari sisi proteksi dan kebutuhan akan perlindungan kesehatan tidak akan terganggu.

"Kalau forecast kita bulanan gejolak pasar luar biasa, di asuransi yang jangka pendek akan sangat pengaruh, tapi jangka panjang, proteksi dan kesehatan tidak akan terganggu. Karena butuh financial planning. Claim medic mengalami peningkatan, demand tinggi.


Sebelumnya industri asuransi sempat terdampak gegara kasus investasi Jiwasraya yang tengah disidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Saat penyidikan tersebut, sedikitnya 800 sub rekening efek diblokir demi penyidikan tersebut.

Sebelumnya, AAJI mengakui persoalan kasus gagal bayar dan dugaan korupsi Jiwasraya memang berdampak pada industri asuransi jiwa. Salah satu dampak ialah pemblokiran akun rekening efek terkait dengan Jiwasraya.

Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif AAJI, mengatakan dengan pemblokiran itu tentu saja menyebabkan perusahaan asuransi akan terganggu dari likuiditasnya dalam hal pencairan klaim.

"Terkait Jiwasraya, ada pengaruh, terutama dalam pemblokiran rekening, saya belum dapat kabar ada berapa yang sudah laporan soal pemblokiran, tapi kabarnya ada satu perusahaan asuransi jiwa. Pemblokiran ini akan mengganggu likuiditas dari perusahaan asuransi jiwa karena dia tidak bisa mencairkan klaim dari nasabahnya," kata Togar, Kamis (13/2/2020).


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading